Kapolsek Anggana AKP Wira Taryudi menjelaskan, mereka sudah memeriksa tujuh saksi terkait kasus itu. "Tujuh orang ini dari pihak nenek korban, teman, guru, kepala sekolah dan wali kelas," kata Wira saat dikonfirmasi melalui ponselnya Jumat (7/2/2025) hari ini. "Untuk pekan ini kami fokus pemeriksaan saksi-saksi," sambungnya.
Untuk selanjutkan mereka berencana memintai keterangan dari pihak korban. "Rencana Minggu depan. Dan kami sudah bersurat ke UPT P2TP2A/PPA dan menunggu bagaimana hasil asesmennya, apakah korban sudah bisa dimintai keterangan atau belum, supaya nantinya semua bisa sinkron, dan keterangan korban bisa dipertanggung jawabkan," sebut Wira lagi.
Sebelumya diberitakan TR yang duduk di kelas 3 SMA mengalami depresi diduga akibat bullying yang dilakukan teman sekolahnya sehingga nekat menelan 10 butir obat Paracetamol, bahkan mencoba bunuh diri dengan cara menggoreskan lengannya dengan pecahan kaca.
Hari Sabtu tanggal 26 Januari bulan lalu TR sempat dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (IGD RSUD AWS), dari Anggana Kukar dalam kondisi tak sadarkan diri, tubuh kaku dan suhu badan dingin, serta mulut mengeluarkan cairan.
Editor: Aspian Nur