Dalam rekaman video yang beredar luas di media sosial, terlihat Jukir liar tersebut sengaja memancing konflik dengan mengajak petugas Dishub berkelahi. Hal ini langsung menuai kecaman dari masyarakat, termasuk Wali Kota Samarinda.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menegaskan bahwa perilaku semacam ini tidak dapat ditoleransi.
“Saya masih menunggu laporan resmi, tapi jika benar kejadian itu melibatkan Jukir liar, tindakan tegas harus diambil,” ungkapnya pada Senin (20/1/2025).
Aksi premanisme seperti itu tidak hanya mengganggu ketertiban umum tetapi juga mencederai upaya pemerintah dalam memperbaiki sistem parkir di Kota Tepian..
“Semua warga memiliki hak untuk mencari nafkah tetapi harus dengan cara yang benar, bukan dengan intimidasi atau kekerasan,” tegas pria yang akrab disapa AH.
AH juga meminta agar seluruh pihak terkait melakukan koordinasi untuk menyelesaikan masalah Jukir liar yang sering kali merugikan masyarakat.
Koordinator Parkir Dishub Samarinda, Duri, memastikan bahwa Jukir yang terlibat dalam insiden ini bukan merupakan bagian dari Jukir resmi yang dibina oleh pemerintah.
“Oknum tersebut tidak tercatat sebagai jukir binaan kami,” ucapnya.
Sementara, Kepala Bidang LLJ Dishub Samarinda, Didi Zulyani, menambahkan lokasi Jalan Harmonika sering kali menjadi tempat beroperasinya Jukir liar yang kerap meminta tarif melebihi aturan.
Menurutnya, kolaborasi antar instansi diperlukan untuk menyelesaikan persoalan ini secara menyeluruh.
Kasus ini juga telah diserahkan ke Polsek Samarinda Kota untuk ditindaklanjuti. Polisi akan menyelidiki lebih lanjut untuk menentukan langkah hukum yang tepat.
Editor: Erwin