Hal ini disampaikan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Proyek Terowongan Samarinda dari Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Samarinda Rezky Samudra Aprilyan kepada Korankaltim.com Jumat (27/12/2024) hari ini.
Hari ini dilakukan pilot hole atau pemboran tahap awal dengan diameter lubang kecil sampai kedalaman yang dikehendaki. Pilot hole sendiri sebagai simbolis kalau kedua sisi sudah tembus.
“Kami gali sampai benar-benar terbuka terowongannya, dari inlate (jalur masuk) maupun outlate (jalur keluar). Panjang terowongan 400 meter ditambah inlate 13 meter dan outlate 13 meter, jadi 426 meter untuk konstruksi leaning (penyelesaian)-nya,” jelas Rezky.
Sementara untuk trase jalan atau rencana jalur, dari Jalan Sultan Alimuddin sampai segmen Jalan Kakap sekitar 700 meter ditargetkan selesai April 2025 mendatang.
Nanti untuk semua pengoperasian Terowongan Samarinda masih menunggu rekomendasi Konstruksi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ).
“Kami sudah beberapa kali sidang untuk pembahasan teknis, memang KKJTJ sekarang memberi rekomendasi, bukan persetujuan desain, termasuk dengan layak fungsinya juga nasional,” paparnya.
Untuk tanah pembatas kedua sisi hanya tersisa lima meter namun pengerukkan tidak boleh dilakukan dari dua arah seperti biasanya. Karena sudah berdekatan antardua sisi maka belum bisa dipastikan apakah sisi outlate atau inlate yang melanjutkan penggalian.
“Eksavator inlate atau outlate sudah tidak bisa bareng, karena getarannya cukup tinggi. Ibaratnnya sudah bertemu, akhirnya harus bergantian karena tinggal 5 meter,” tutup Rezky.
Editor: Aspian Nur