Wali Kota Samarinda, Andi Harun mengatakan bahwa untuk merealisasikan target 100 persen kebutuhan air bersih pada 2025-2029 dibutuhkan anggaran sebesar Rp2 triliun lebih.
Dana tersebut berdasarkan rancangan bisnis Perumdam Tirta Kencana yang dipaparkan di Balai Kota Samarinda mengingat saat ini cakupan layanan air bersih baru mencapai sekitar 77 persen.
Untuk menutupi kebutuhan ini, dinilai pentingnya pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) secara konsisten setiap tahunnya.
“Dengan tambahan kapasitas produksi lebih dari 3.000 liter per detik dari kondisi saat ini yang sekitar 2.500-2.700 liter per detik, target produksi 5.500 liter per detik pada 2029 diharapkan bisa dicapai,” kata Andi, Selasa (17/12/2024).
Meskipun Kota Samarinda memiliki sumber air baku melimpah, tantangan utama terletak pada pengembangan infrastruktur seperti IPA, jaringan perpipaan, serta sarana pendukung lainnya. Hal ini yang menjadikan kebutuhan dana untuk program ini terbilang cukup besar.
Orang nomor satu di Samarinda ini tekankan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi pembiayaan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kota. Namun, ia juga menyiapkan langkah antisipatif jika bantuan dari provinsi tidak terealisasi.
“Kami tidak hanya mengandalkan satu sumber pendanaan. Perumdam harus mengkaji berbagai skenario seperti kerja sama dengan swasta, pendanaan mandiri, atau melalui skema sindikasi perbankan,” tegasnya.
Menurut Andi, pendekatan multi-skenario ini penting agar rencana pemenuhan layanan air bersih tidak terhambat, sekaligus menunjukkan komitmen kuat pemerintah kota dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
Dengan perencanaan matang dan kolaborasi berbagai pihak, Andi optimis terhadap realisasi target ini diharapkan dapat terjaga dalam lima tahun ke depan.
Editor: Erwin