Bayi tersebut ditemukan seorang warga bernama Ahsan di musala atau Langgar Annindhol saat dirinya hendak menunaikan ibadah salat Dzuhur. Pria berusia 74 tahun itu menjelaskan saat itu dirinya hendak mengambil air wudhu sebelum salat Dzuhur.
"Saya mau wudhu terus lihat ada kardus, saya tarik kok didalamnya ada yang bergerak, karena takut saya panggil warga dibawah langgar untuk mengecek sama-sama, pas dilihat ternyata bayi," kata Ahsan kepada Korankaltim.com dilokasi penemuan bayi.
"Tidak ada suara tangisan, diam saja, kalau dilihat kondisi ya sehat, masih merah," sambungnya.
Ahsan bersama warga sekitar langsung membawa bayi yang baru lahir dengan ari-ari masih menempel itu ke rumah Ketua Rukun Tetangga (RT) setempat.
"Langsung kami bawa ke rumah pak RT terus dibersihkan ari-arinya, karena masih ada darahnya," ujar Ahsan lagi.
Dari pantauan dilokasi, bayi berjenis kelamin perempuan tersebut diletakkan di depan langgar dekat tempat wudhum ditaruh dalam sebuah kardus dibalut dengan kain handuk berwarga biru dan putih.
Saat ini bayi telah dibawa ambulans 112 ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Wahab Sjahranie (RSUD AWS) untuk dilakukan pemeriksaan.
Editor: Aspian Nur