Si jago merah mengamuk di tengah pemukiman padat penduduk yang membuat panik warga yang bermukim di sekitar lokasi. Mereka langsung bahu membahu berupaya melakukan upaya pemadaman api, dengan peralatan seadanya.
Bangunan rumah yang terbakar rata-rata bermaterial dari kayu. Tak berselang lama, petugas dinas pemadam kebakaran dan penyelamatan (Disdamkar) Samarinda bersama relawan serta PMK swasta pun tiba untuk melakukan pemadaman.
Akses ke titik api menjadi kendala petugas untuk memasukkan unit tangki, sehingga mereka hanya memanfaatkan selang yang disambung.
Sofianur, warga sekitar mengatakan, saat itu dirinya melihat kobaran api dari gang sebelah rumahnya. "Saya lihat api sudah besar, saya kan tinggal di gang sebelah, ini tempat adik saya, dia lagi kerja makanya langsung kesini," kata Sofianur kepada Korankaltim.com.
Saat kejadian Sofianur sempat mendengar suara ledakan, sehingga api langsung membesar. "Infonya asal ledakan dari rumah bertingkat, api jadi setelah ledakan itu, kalau rumah adik saya kena dampaknya juga kaca pecah," sebutnya.
Sementara Kepala Disdamkar Kota Samarinda Hendra AH mengatakan mereka langsung mengerahkan posko terdekat.
"Unit posko terdekat langsung diturunkan, dibantu dengan teman-teman relawan, termasuk PMK swasta, juga warga sekitar," kata Hendra.
Pemadaman berlangsung kurang lebih satu jam, lantaran akses masuk ke dalam gang. "Kalau sumber air banyak, karena disuplai dari teman-teman relawan," katanya.
Untuk bangunan yang terbakar berdasarkan data sementara sebanyak enam rumah tunggal dilahap api. "Ada enam rumah tunggal, rata-rata dari kayu, kalau dugaan sementara korsleting listrik, " tutupnya.
Editor: Aspian Nur