Saat ini kesadaran tentang batasan diri dan pemahaman tentang tubuh serta hak terhadap anak dapat ditingkatkan dengan memperhatikan potensi ancaman yang terjadi. Begitu juga dengan cara melaporkan apabila ada kekerasan seksual.
"Pendidikan seksual harus mulai dibangun sejak dini agar anak-anak memahami dampak negatif yang bisa timbul di kemudian hari," kata Damayanti.
Selain edukasi, hal lainnya yang menyebabkan terjadinya kekerasan seksual yaitu kurangnya perhatian dan kasih sayang orang tua. Ini dinilai menjadi penyebab utama hadirnya perbuatan buruk tersebut. Maka dari itu, untuk mengantisipasi hal itu perlunya memberikan edukasi seks sejak dini kepada anak-anak.
"Tentunya penanganan ini harus melibatkan banyak pihak. Ini bukan hanya tugas orang tua atau pemerintah saja, tetapi semua sektor memiliki peranan yang sama," ujarnya lagi.
Upaya tersebut tidak hanya memberikan efek positif dalam mengantisipasi kekerasan seksual tetapi juga dapat mencegah penyakit menular seperti HIV/AIDS.
"Ini harus jadi perhatian kita bersama, baik dari lingkungan keluarga maupun masyarakat sekitar," papar Damayanti.
Kendati demikian, ia berharap perlu adanya kerjasama dalam hal mengantisipasi kekerasan seksual, terlebih kepada anak di bawah umur. "Anak di bawah umur harus dijaga, jadi tentu kita ingin ada kerjasama dalam hal ini," tutupnya.
Editor: Aspian Nur