Selama masa kepemimpinannya di Kota Tepian, sejumlah persoalan dihadapi dan ditangani serta diatasi, terutama masalah banjir yang bertahun-tahun jadi keluhan masyarakat.
Menurut Andi Harun, pola strategi penanganan banjir diklaim cukup berdampak. Pada 2,5 tahun ini khususnya sejak menjabat di 2021 hingga 2024, dia sudah melakukan normalisasi sungai, revitalisasi drainase, pengelolaan sampah, termasuk edukasi di masyarakat tentang pentingnya kolaborasi dalam penanganan banjir.
“Kami juga sudah mulai konsolidasi tanah dan bangunan, mengadopsi konsep urban development karena di Samarinda juga masih ada kawasan kumuh,” kata Andi Harun kepada Korankaltim.com Jumat (26/7/2024) hari ini.
Namun kawasan kumuh tersebut sebagai konsekuensi daerah perkotaan. Hanya saja pada prinsipnya pemkot ingin Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) bisa berdampak langsung ke masyarakat, yang berbasis masalah hari-hari yang mereka rasakan
“Kalau soal pengendalian banjir, adalah konsolidasi tanah dan bangunan. Kawasan yang tadinya berada diatas kawasan sungai (river bank) kami konsolidasikan. Bangunan yang masih illegal direlokasi atau sungainya dibebaskan karena selama ini faktor itu jadi penyebab banjir. Kegiatan ini sudah berlangsung dua tahun ini,” ucap Andi Harun.
Revitalisasi drainase juga upaya memastikan aliran air dan air hujan yang turun langsung menuju ke sungai.
Selain itu AH mengaku sudah bekerja sama dengan pihak-pihak yang ekspert di bidang penanganan banjir baik itu kampus maupun ahli-ahli geologi, yang kemudian diterbitkan master plan.
Editor: Aspian Nur