Ketua panitia pelaksana, Muhammad Yusuf Hidayat mengatakan, kegiatan Gerak Penghulu Sejuta Catin Siap Cegah Stunting dan Judi Online, diikuti langsung sekitar 357 berasal dari 10 kecamatan di Samarinda dan lima Kecamatan di Kutai Kartanegara (Kukar).
"Kemudian 189 peserta mengikuti kegiatan melalui link Zoom, berasal dari Kota Balikpapan, Penajam Paser Utara, Paser, Kutai Timur, Berau dan sebagian peserta dari Kutai Kartanegara," ujar Yusuf kepada Korankaltim.com.
Dia menjelaskan, dari ratusan peserta yang mengikuti kegiatan ini nantinya akan melangsungkan pernikahan dalam waktu dekat, sehingga perlu diberikannya pemahaman terkait pernikahan khususnya pencegahan stunting dan judi online.
"Jadi mereka ini tidak lebih dari tiga bulan dari sekarang, dan semua peserta telah mendaftarkan diri untuk menikah di Kantor Urusan Agama (KUA)," ucapnya.
Ketua PW APRI Kaltim, Hairillah menambahkan, dalam kegiatan Gerak Penghulu, Sejuta Catin Siap Cegah Stunting dan Judi Online, pihaknya menyampaikan sejumlah materi, di antaranya perencanaan keluarga dan pencegahan stunting, manajemen keuangan keluarga, serta pencegahan judi online.
"Materi yang disampaikan merupakan hasil rapat koordinasi wilayah APRI Kaltim, pada bulan Juni 2024 lalu," jelasnya.
Menurutnya, hingga saat ini memang masih banyak permasalahan dalam rumah tangga akibat judi online, bahkan di sejumlah KUA sudah ada yang menerima laporan beberapa pasangan yang tengah mengajukan gugatan cerai akibat hal tersebut.
Hairillah menekankan, permasalahan dalam keluarga seperti judi online tentunya harus ditangani dengan serius sembari memberikan pemahaman dan pencegahan sedini mungkin kepada setiap Catin.
"Agar tidak terjadi lagi kasus-kasus serupa, dan judi online tidak akan memberikan keuntungan sama sekali hanya meninggalkan kerugian yang besar dan keluarga lah yang pasti menjadi korbannya," tegasnya.
Gerak Penghulu, Sejuta Catin Siap Cegah Stunting dan Judi Online merupakan rangkaian pelaksanaan milad APRI ke-5, sekaligus akan di-launching di Jakarta sehingga bisa terlihat pelaksanaannya telah mencapai 1 Juta Catin yang mengikuti bimbingan se-Indonesia.
Editor: Supiansyah