Aksi itu mereka lakukan di depan Kantor Wali Kota dan Gedung DPRD Balikpapan dengan satu tuntutan yaitu penghentian operasional bus Balikpapan City Trans yang mulai beroperasi di Kota Beriman.
"Kehadiran bus ini menghancurkan mata pencaharian kami, pendapatan turun drastis hingga 50 persen. Itu belum termasuk biaya bensin dan setoran. Kami harus makan apa?" ujar Ahmad satu dari beberapa sopir angkot yang menggelar aksi pagi tadi.
Mereka berdiri diantara gedung DPRD dan Pemkot Balikpapan, membentangkan sejumlah spanduk penolakan kehadiran beroperasinya bus tersebut.
Koordinator Solidaritas Pengemudi Angkot Balikpapan Hendra mengungkapkan aksi mogok damai ini sebagai bentuk upaya menyuarakan keresahan yang dialami para sopir angkot di Balikpapan.
"Tuntutan kami hanya satu, hentikan operasi Bus Balikpapan City Trans. Kehadiran bus ini sangat merugikan kami. Penumpang semakin sedikit sejak bus tersebut beroperasi," kata Hendra kepada Korankaltim.com.
Kehadiran Bus City Trans di Balikpapan mereka anggap merenggut pendapatan para sopir angkot. "Pendapatan kami hancur. Kami tidak bisa memberi makan anak dan istri lagi karena penumpang beralih ke bus itu, apalagi gratis," keluh Hendra.
Keresahan yang dialami Hendra dan rekan-rekannya itu bukan tanpa dasar. Sejak bus tersebut beroperasi, jumlah penumpang angkot menurun hingga 50 persen.
Bagi para sopir angkot, ini bukan hanya soal uang, tapi soal kelangsungan hidup mereka dan keluarga. Setiap hari mereka berjuang mencari penumpang demi memenuhi kebutuhan hidup yang semakin mendesak. "Kami berharap pemerintah mendengar keluhan kami dan mencari solusi yang adil. Jika tuntutan kami tidak dipenuhi, demo mogok damai akan terus berlanjut," kata Hendra. "Kami hanya ingin bisa bekerja dan memberi makan keluarga kami," pungkas Hendra.
Terpisah Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas'ud mengatakan, beroperasinya Bus City Trans di Balikpapan merupakan upaya dari Kementerian Perhubungan dalam menunjang fasilitas di Kota Balikpapan sebagai penunjang Ibu Kota Nusantara (IKN) kedepannya.
"Harus dilihat situasi dan kondisi keperluannya sebagai Kota Balikpapan penunjang IKN, sebagai kota yang insya Allah kota yang maju dan modern kan perlu fasilitas shaum yang memadai dan modernisasi," singkat Rahmad.
Editor: Aspian Nur