Adinda, warga setempat menjelaskan, dirinya sedang mandi dan saat selesai mencium aroma bau gosong. "Seperti ada yang terbakar. Saya cek keluar rumah, ternyata api sudah membesar, dari belakang rumah," kata Adinda.
Sontak hal itu pun membuat dirinya panik, dan langsung berteriak kebakaran, sehingga warga sekitar yang mendengar teriakannya pun, berbondong-bondong datang. "Kaget apinya sudah besar, saya langsung teriak kebakaran kebakaran," ucapnya.
Hal senada pun diungkapkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) bernama Rita Masaung. Rita masih tertidur lelap bersama dengan anggota keluarganya sebelum kejadian.
"Saya bangun karena gerah, panas begitu, terus saya keluar, api sudah besar dari belakang. Jadi, saya langsung bengunin semua keluarga, untuk keluar, menyelamatkan diri," kata Rita
Humas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), Heri Suhendra mengatakan mereka mendapatkan laporan adanya musibah kebakaran sekitar pukul 04.50 WITA di Jalan Cipto Mangunkusumo.
"Setelah terima laporan posko terdekat, dibantu dengan relawan langsung menuju ke lokasi kejadian, termasuk dibantu dari teman-teman di Kukar," kata Heri.
Dari keterangan RT setempat, serta warga ada dua bangsal 83 pintu yang terbakar.
"Kalau kendalanya ya ada beberapa akses masuk ke dalam gang yang sempit, dan minim sumber air. Upaya pemadaman sendiri kurang lebih satu jam 30 menit, jadi api dengan cepat membesar karena bangunan rata-rata terbuat dari kayu," ujar Heri lagi.
Terpisah, Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Samarinda Seberang Kompol Bitab Riyani mengatakan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait dengan dugaan penyebab kebakaran.
"Penyebabnya masih kami selidiki, anggota juga sudah memasang garis polisi di lokasi, dan tidak ada korban jiwa," kata Bitab.
Untuk bangunan yang terbakar Bitab menyebutkan berdasarkan pendataan yang dilakukan, terdapat dua bangsal 83 pintu, dari dua pemilik. "Ada dua bangsal yang terbakar, itu pemiknya ada dua orang," sebutnya.
Kerugian yang diderita dari data sementara kurang lebih Rp1,5 Miliar. "Perkiraannya sekitar Rp 1,5 Miliar," tutupnya.
Editor: Aspian Nur