Hal ini dilakukan terkait dengan ramainya pemberitaan utamanya di media sosial mengenai adanya kendaraan roda empat yang ingin melakukan penjemputan di terminal kedatangan penumpang tapi justru diarahkan ke area parkir bandara.
Kepala Seksi Pelayanan dan Kerjasama Bandara APT Pranoto Denny Armanto menjelaskan, saat ini mereka melakukan uji coba lalu lintas (lalin) kendaraan untuk pengerjaan pembuatan selasar penjemputan tersebut.
"Rencana pembangunannya tahun ini, kami uji coba (skema lalin) dari awal, kalau skema itu mengganggu kenyamanan penumpang kami evaluasi lagi ," ujar Denny kepada Korankaltim.com Senin (8/7/2024).
Untuk sementara bagi penumpang yang turun di Bandara APT Pranoto Samarinda penjemputannya diarahkan di area parkiran. "Jadi semua kendaraan penjemputan diarahkan kesana dulu sambil dievaluasi setiap harinya. Kalau ada kendala seperti hujan secara kondisional penjemputan diperbolehkan langsung di depan terminal," paparnya.
Untuk penumpang yang menggunakan mobil pribadi atau taksi ketika dijemput tetap di lokasi yang sama. Mekanisme seperti ini menurutnya juga sebagai upaya memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi para penumpang ketika turun di bandara dan bisa langsung menuju lokasi penjemputan oleh kendaraannya.
"Sebelum pengerjaan kami uji coba dulu dan terus dievaluasi secara bertahap, karena ketika pengerjaan dimulai kami sudah harus bagaimana dalam sistem penjemputan penumpang," ucap Denny.
Nantinya sistem selasar sama seperti di terminal 2 Bandara Soekarno Hatta Jakarta, penumpang harus menyeberang ke arah penjemputan pribadi.
"Pembangunan selasar ini juga merupakan hasil masukan dari BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme), dalam menanggulangi tindakan terorisme. Selain itu juga karena jarak antara penjemputan penumpang dan terminal penumpang terlalu dekat, makanya kami diminta untuk mengatur itu sehingga jaraknya tidak terlalu dekat," ungkapnya.
Sementara untuk proses keberangkatan sebut Denny masih seperti biasa dengan turun di drop zone dan penumpang langsung diarahkan menuju terminal.
Editor: Aspian Nur