Seribu orang itu terdiri dari 700 masyarakat lokal atau masyarakat Kaltim, 300 orang lainnya merupakan masyarakat luar atau dari pusat. Dukungan penuh masyarakat merupakan salah satu hal vital pada momen bersejarah itu. Yang perlu diperhatikan menurutnya adalah kesiapan logistik serta prasarana dasar seperti toilet dan pergerakan mereka nanti.
"Pasti ada pergerakan dan yang paling krusial itu pada 17 Agustus karena ada dua kali upacara, yaitu penaikan dan penurunan. Jangan sampai pergeseran ini menimbulkan kemacetan," harap Akmal.
Untuk pergerakan masyarakat ke Kota Nusantara nanti, akan disiapkan dua jalur, yakni jalur darat dan udara. "Kemudian juga disiapkan jalur laut untuk kondisi darurat," ujarnya.
Adapun kondisi darurat yang dimaksud adalah bila terjadi crowded di jalur darat dan jalur udara. Selain itu, dari Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Fokopimda) Kaltim juga bakal menyiapkan wadah untuk menonton siaran langsung pelaksanaan upacara HUT RI di IKN. "Spot (wadah) itu nanti ada di Balikpapan, Samarinda dan kabupaten kota lainnya," sebut Akmal.
Sejumlah lokasi menonton siaran langsung itu juga sebagai langkah antisipasi banyaknya pergerakan masyarakat ke IKN. Nantinya selama agenda HUT RI, semua pekerja akan tetap di Kota Nusantara, tidak menutup kemungkinan mereka juga akan menyaksikan secara langsung di Istana Negara.
Agar pelaksanaan HUT RI di IKN semakin meriah. Akmal juga meminta seluruh kabupaten/kota di Kaltim agar memasang umbul-umbul. "Umbul-umbul itu sebagai tanda Masyarakat Kaltim siap mendukung IKN," tutup Akmal.
Editor: Aspian Nur