Terkait hal itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Samarinda akan melakukan penutupan sebagian badan jalan selama pengerjaan yang dilakukan mulai 6 Juni hingga 27 Juli 2024. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas PUPR Samarinda, Rezky Samudra Aprilyan mengatakan, waktu pengerjaan perawatan jembatan cukup panjang.
“Kita rapat sejak 22 Mei 2024 lalu dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres untuk rekayasa lalu lintas-nya nanti,” ungkap Rezky pada korankaltim.com, Selasa (6/4/2024).
Dalam rapat, baik dari Satlantas Polresta maupun Dishub Samarinda meminta agar pengerjaan tidak dilakukan pada jam-jam sibuk seperti pukul 07.00- 09.00 WITA atau pukul 16.00-18.00 WITA. Oleh karena itu, Rezky mengatakan, kemungkinan proses pengerjaan full dilakukan pada malam hari saat lalu lintas di jembatan tersebut mulai sepi.
Dinas PUPR juga meminta agar disedikan rambu peringatan setidaknya ditaruh 200 meter sebelum lokasi pengerjaan jembatan. Ia juga mengatakan, jika dilakukan penutupan sebagian badan jalan, maka arus lalu lintas akan dibuka tutup secara bergantian baik dari Simpang Pasir maupun Sungai Kapih.
“Sebetulnya masih dikaji untuk pengerjannya sama pelaksana. Kemungkinan malam ke pagi, begitu terus,” lanjutnya.
Menurut pantauan media ini di lapangan terlihat sejumlah lobang dan tambalan memenuhi sepanjang Jembatan Achmad Amins tersebut. “Kondisi sudah tidak mantaplah istilahnya, kalau bolong ada lah beberapa sepanjang jembatan. Selama ini kan hanya di patching (tambal), kan jadinya kurang nyaman,” ungkapnya.
Adapun anggaran yang dikeluarkan untuk pengaspalan jembatan yang memiliki Panjang 1,3 kilometer (km) tersebut sebesar Rp4,3 miliar dan dikerjakan pihak ketiga yakni CV Kholifatul Ulum Jaya. Sebelum diaspal ulang, badan jalan di jembatan tersebut tersebih dahulu dilakukan pengupasan aspal yang lama.
“Kita lakukan pengupasan dulu aspal yang lama, baru kemudian dipasang aspal yang baru. Jadi lamanya itu dipencongkelan sebetulnya, kalau di aspal saja sebentar,” pungkasnya.
PUPR sendiri sudah melakukan imbauan melalui instagram pribadinya, dan diharapkan pengguna jalan bisa mencari jalan alternatif lainnya untuk mengurangi kemacetan. Selain itu, Rezky mengatakan pihak PUPR juga meminta maaf atas ketidaknyamanan masyarakat selama masa pengerjaan ini berlangsung.
Editor: Maruly Z