Remaja tersebut meninggal dunia diduga tak bisa bernafas karena kehabisan oksigen saat berusaha menyelamatkan dirinya di salah satu kamar lantai 2 dalam kondisi terkunci. Minimnya akses pintu darurat juga mempengaruhi kejadian tersebut hingga menyebabkan timbulnya korban jiwa.
"Korban jiwa diperkirakan umur 22 tahun, dalam kondisi terkunci di kamar karena mungkin panik dan kehabisan oksigen," kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkartan) Samarinda, Hendra AH.
Seperti diketahui, musibah kebakaran tadi pagi menghanguskan 1 ruko 3 pintu yang terdiri dari warung kelontong dan bengkel motor, kemungkinan kerugian ditaksir mencapai Rp1 miliar. Adapun penyabab awal api menyambar berdasarkan informasi yang diterima terdapat beberapa versi, Hendra belum dapat memastikan sehingga pihaknya hanya menunggu penelusuran lebih lanjut dari kepolisian.
Namun beberapa informasi yang diterima salah satunya diakibatkan korsleting listrik, percikan api dari dispenser pertamini, dan akibat bakar ban. "Untuk lebih pasti kami menunggu dari pihak kepolisian, tapi dugaan kuat berasal dari dispenser pertamini," tuturnya.
Hendra mengusulakan kepada seluruh masyarakat Kota Samarinda supaya dapat menyediakan Alat Pemadam Api Ringan (Apar) sebagai pertolongan pemadaman dini Ketika diketahui terjadi indikasi kebakaran sebelum api semakin besar.
Editor: Maruly Z