Panas terik dirasakan hampir setiap hari, meleset dari perkiraan banyak orang kalau bulan Februari sudah masuk musim penghujan. Cuaca panas tersebut cukup terik dimana Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meterorologi Kelas III Temindung Samarinda menyebut angka 33 hingga 34 derajat celcius, bahkan dua hari lalu disebut mencapai 36 derajat celcius. Kondisi ini disebut BMKG Samarinda akan terus berlangsung hingga pertengahan Maret 2024 bulan depan.
Prakirawan BMKG Samarinda Wiwi Indasari Azis kepada Korankaltim.com Selasa (20/2/2024) hari ini menjelaskan kalau akhir tahun 2023 lalu diperkirakan beberapa wilayah di Kalimantan Timur terjadi puncak penghujan.
“Musim hujannya itu sebenarnya masuk mulai akhir Oktober sampai dengan awal November dan ada beberapa wilayah yang puncaknya di Desember, di dibeberapa daerah normalnya hujan turun dengan intensitas rendah di bulan Februari ini,” kata.
Cuaca panas yang terjadi saat ini disebutnya dipengaruhi dengan El Nino moderat sehingga terjadi penguapan kearah timur.
Karena itulah hujan tidak turun di Samarinda dan kalau pun ada potensi hanya hujan ringan. “Suhu rata-rata sekarang kalau siang hari 33-34, suhu maksimal terjadi dua hari kemarin 36 derajat celcius. Itu yang dari hasil pengukuran alat konvensional kami,” ungkapnya.
Tahun ini tidak sama dengan tahun 2023 lalu yang mana di bulan Februari musim hujan dan musim kemarau dipertengahan tahun. Hal itu disebabkan El Nino baru aktif dipertengahan tahun dan diperkirakan normal kembali pada April dan Mei 2024 ini.
Sekadar diketahui, El Nino adalah fenomena cuaca anomaly dimana suhu muka laut itu lebih dingin dari rata-rata, itu karena di laut bagian Timur hangat, jadi uap airnya semua menuju ke sana. “Makanya di Indonesia rata-rata dominan curah hujannya rendah tidak sampai ekstrem, kalau suhu paling maksimumnya di 35-36 derajat celcius,” papar Wiwi.
Editor: Aspian Nur