Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Yayasan RSI, Rita Artaty Barito yang menyatakan mereka fokus pada proses renovasi terlebih dahulu.
"Sebentar lagi kami akan melanjutkan renovasi yang sempat terkendala dana. Insya Allah dananya sudah ada," ujar Rita saat dihubungi Korankaltim.com via telepon Kamis (25/1/2024).
Dana yang dibutuhkan cukup banyak, karena semua kebutuhan mulai dari proses renovasi bangunan hingga alat-alat medis yang tersedia sudah banyak yang mengalami kerusakan, sehingga diperlukan alat baru demi menunjang pemeriksaan kesehatan yang sesuai standar.
"Bangunan ini juga kan sudah banyak yang rusak jadi perlu perbaikan karena lama tidak digunakan sejak dari tahun 2016," ucapnya.
Untuk mempersiapkan berjalannya pelayanan kesehatan di rumah sakit tersebut, pihaknya telah melakukan perekrutan sekitar 150 orang tenaga kesehatan. "Insya Allah juga ada dokter yang bergabung sekitar 40-an orang," sebutnya.
Yayasan RSI menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Kaltim, karena keterlambatan dalam operasional rumah sakit. "Memang kami tidak bisa memberikan target waktunya kapan kembali beroperasi, karena takutnya molor lagi, tapi Insya Allah secepatnya sudah bisa beroperasi dan paling lambat habis Lebaran (Idul Fitri), dan jika rumah sakit sudah bisa berjalan sebelum Lebaran Alhamdulillah," paparnya.
Editor: Aspian Nur