Seperti disampaikan Ketua Tim Penyelenggara Tugas dan Fungsi (Tusi) Bina Haji Reguler dan Advokasi Haji, Kabul Budiono bahwa, semenjak dikeluarkannya keputusan kuota jumlah jemaah haji oleh Menteri Agama RI dengan Nomor: 1005 Tahun: 2023, pada bulan Desember lalu, pihaknya langsung mempersiapkan semua kebutuhan pada proses tahapan haji 2024.
"Mulai dari floating kuota itu sendiri, lalu menyiapkan administrasi dokumen jemaah, kemudian pemeriksaan kesehatan, dan sekarang ini yang sedang berjalan adalah proses pelunasan," ucap Kabul, Kamis (18/1/2024).
Dia menjelaskan, dalam proses pelunasan tersebut masih ditemukan adanya kendala karena istitoah atau data kesehatan jemaah yang masih terkendala pada sistem.
"Jadi kami masih menunggu kerja sama dengan Dinas Kesehatan untuk memasukkan data jemaah yang telah diperiksa kesehatan itu muncul istitoah-nya biar nanti bisa dikonversi ke Bank," terangnya.
Kabul mengatakan, selama data istitoah tidak muncul maka para calon jemaah belum bisa melunasi biaya haji mereka.
"Sampai hari ini, itu yang kita kerjakan. Disamping itu kami juga melakukan scanning paspor dimana nanti ini berkaitan dengan pem visa-an, jadi ketika jemaah sudah siap, semua visa yang telah di scan dan di kirim ke pusat nanti akan keluar dan diprint dan di Kanwil Kemenag," ujarnya.
Sehingga menurutnya sejak awal tahun 2024 tugas Kanwil Kemenag Kaltim pada tahapan proses ibadah haji sudah begitu banyak. Kemudian, terkait biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) tahun 2024 secara nasional sekitar Rp56.046.172 juta.
Menurutnya biaya tersebut memang ada kenaikan, tetapi bukan pada biayanya hanya karena nilai manfaatnya yang dikurangi.
"Kalau di tahun lalu gambaran jemaah itu membayari pelunasan sekitar Rp49 juta, tetapi kalau tahun ini sekitar Rp56 juta. Kenapa bisa begitu, karena biaya manfaat atau subsidi tahun 2024 berdasarkan kesepakatan pemerintah dan DPR diturunkan," ucapnya.
Sehingga kelihatannya biaya yang dibayarkan cukup besar, padahal terang Kabul biaya ibadah haji tiap tahunnya sama sekitar Rp90 juta-an.
"Seperti di Embarkasi Balikpapan kalau biaya keseluruhan haji itu sekitar Rp93.874.558 juta, tetapi yang dibayar jemaah itu hanya sekitar Rp56.510.444 juta saja," terangnya.
Editor: Maruly Z