Kepala Disdamkarmat Samarinda, Hendra AH menyebut pembahasan tertuju pada serapan anggaran yang diakui pihaknya sudah berhasil menyerap sekitar 97,59 persen.
“Artinya di bawah 10 persen itu sudah Alhmdulillah sekali sudah. Cuman ada Silpa (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) yang dari gaji memang biasa bagi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pasti ada Silpa dari gaji, karena tidak semua terbayarkan,” ungkap Hendra.
Silpa juga terjadi di suku cadang dan Bahan Bakar Minyak (BBM), karena menurutnya anggaran tersebut memang sudah sesuai, di mana pihaknya hanya menggunakan anggaran yang memang diperlukan. Maka dari itu, secara konfrehensif semua pekerjaan dan serapan anggran di 2023 dari Disdamkarmat terbilang baik.
Sedangkan untuk 2024 mendatang, dia menyebut bahwa tidak ada yang spesifik. Artinya Disdamkarmat selalu siap, tanggap dan tangkas secepat mungkin saat terjadi kebakaran. “Yang lebih penting sebenarnya pencegahan. Jadi Disdamkarmat itu tidak hanya reaktif di saat terjadi kebakaran, tapi bagaimana upaya penanganan kebakaran dari dulunya,” bebernya.
Salah satu yang menjadi upaya Disdamkarmat Samarinda dalam pencegahan mulai dari sosialisasi, edukasi dan simulasi kepada stakeholder, pada 2024 ini juga pihaknya bakal memberikan pemahaman tentang bahaya kebakaran untuk anak-anak sekolah mulai dari tingkat TK.
Sebelumnya, Disdamkarmat Samarinda juga bakal memasang hidrant kering. Pada 2023 juga sudah ada pemasangan sebagai pilot project di Jalan Jelawat, Gang 9, yang akan dilanjutkan pada 2024 mendatang.
Editor: Maruly Z