Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH yang mengatakan dalam musibah tersebut pihaknya masih melakukan pendataan, terkait berapa jumlah pasti bangunan yang terbakar.
"Tetapi sementara, diperkirakan ada 50 lebih rumah yang terbakar, karena memang banyak bangsalan dan indekos yang terbuat dari kayu," tuturnya. "Upaya pemadaman sendiri kulang lebih 2,5 jam baru (api) bisa dikuasai," sambungnya.
Terkait dengan kendala di lapangan, Hendra menyebutkan selain akses jalan yang sempit karena di dalam gang, sehingga truk tangki tidak bisa masuk dan untuk sampai ke ke titik api, pihaknya harus menggunakan 15 rol selang.
"Termasuk sumber (air) minim, walaupun dekat sungai, jadi teman-teman relawan memanfaatkan air parit dan hujan, juga banyak warga yang menonton serta ada warga yang berusaha merebut selang petugas, karena panik, api yang membesar," sebutnya.
Ditanya terkait dengan dugaan penyebab musibah kebakaran, hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan data yang valid. "Informasinya itu masih simpang siur, ada warga yang bilang asal api dari atap rumah, ada juga yang mengatakan dari bawah. Mungkin karena mereka panik, api dengan cepat membesar, padahal banyak apar di situ. Jadi, belum bisa dipastikan dan saat ini masih penyelidikan pihak berwajib," terangnya.
Disinggung soal apakah ada korban dalam musibah tersebut, Hendra mengatakan berdasarkan informasi ada satu relawan yang mengalami patah kaki. "Ada satu orang relawan, kemungkinan kaki patah, karena terjatuh saat melakukan penanganan," imbuhnya.
Lanjut kata Hendra, upaya pemadaman sendiri pihaknya menurunkan armada dari tujuh posko, dengan jumlah 14 unit truk tangki. "Karena ini kawasan padat pemukiman, makanya kami antisipasi dengan menurunkan tujuh posko," pungkasnya.
Editor: Maruly Z