Bangunan yang rata-rata bermaterial kayu tersebut ludes terbakar. Akses jalan yang sempit dan banyaknya warga menonton membuat petugas serta relawan kesulitan memadamkan api.
Kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda, Hendra AH mengatakan, pasca mendapatkan laporan tersebut, posko terdekat dibantu dengan relawan langsung menuju ke Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Petugas kami dari posko terdekat, bersama teman relawan langsung ke TKP, untuk melakukan upaya pemadaman," tuturnya saat ditemui di TKP
Dalam upaya pemadaman sendiri, petugas serta relawan menemui beberapa kendala yakni akses jalan menuju ke TKP sempit dan padat pemukiman, ditambah sumber air minim serta banyak warga yang menonton. "Rata-rata bangunan juga terbuat dari kayu, sehingga api baru bisa benar-benar dipadamkan itu dua jam 15 menit," sebutnya.
Akibat musibah kebakaran tersebut, 23 rumah di kawasan tersebut dilahap api. "Dari data sementara 23 rumah berbahan kayu terbakar, yang diduga akibat korsleting listrik," tutupnya.
Editor: Maruly Z