"Sebelumnya anggaran yang dialokasikan untuk hibah dari APBD tahun 2023 sebesar Rp66,58 miliar, dan telah disalurkan pada APBD murni sebesar Rp41,52 miliar dan kemudian di APBD perubahan sebesar Rp 25,65 miliar," ujar Akmal, Selasa (14/11/2023).
Dia menyebutkan, rata-rata penerima hibah berasal dari lembaga keagamaan untuk masjid, gereja, dan rumah ibadah lainnya. "Kebanyakan memang dari mereka anggaran hibah tersebut disiapkan untuk membangun infrastruktur," katanya.
Beberapa lembaga yang menerima hibah di tahun 2023 terdiri dari 5 lembaga vertikal dibantu total Rp 11,35 miliar, 6 lembaga keagamaan dibantu total sebesar Rp 785 juta. Kemudian, 1 lembaga masyarakat dibantu sebesar Rp150 juta, 5 lembaga masyarakat keagamaan dibantu total Rp950 juta, 2 lembaga pendidikan dibantu total Rp350 juta.
Lalu, 14 lembaga pendidikan keagamaan dibantu total Rp2,42 miliar, serta 47 rumah ibadah dibantu total Rp 9,06 miliar dengan total keseluruhan mencapai 80 lembaga penerima. Lebih lanjut, dalam pertemuan tersebut Akmal Malik juga memberikan masukan agar tiap lembaga dapat membangun infrastruktur yang menunjang ketahanan pangan.
"Karena kita ingin lembaga sosial seperti masjid, gereja bisa berkontribusi untuk ketahanan pangan, karena mereka memiliki lahan dan minimal mampu memberikan contoh kepada masyarakat yang nantinya melakukan hal yang sama," ucapnya.
Editor: Maruly Zainuddin