“Sudah membengkak karena sudah 3 hari sejak dilaporkan hilang. Dari pemeriksaan saat evakuasi, tidak ada terlihat tanda-tanda luka di badannya. Normal saja. Tapi nanti di rumah sakit, akan dilakukan visum lagi untuk lebih memastikan,” ujar Octavianto.
Dengan ditemukannya korban, lanjut Octavianto, pencarian resmi dihentikan. “Operasi ditutup, dan semua unsur SAR yang sudah membantu selama 3 hari ini, kembali ke satuan masing-masing. Operasi pencarian pun dinyatakan selesai,” tambahnya.
Pantauan Koran Kaltim, kegiatan pencarian korban kemarin, sempat terkendala hujan deras. Selain itu, setelah ciri korban disesuaikan dengan keterangan keluarganya, dipastikan korban adalah Ramadhani.
Sunarti (48), salah satu keluarga korban menerangkan, jenazah Ramadhani, dimakamkan di salah satu pemakaman umum di kawasan Loa Buah, sesuai permintaan semasa masih hidup.
“Sebelum puasa, kami sempat nyekar makam tantenya di Loa Buah. Dia (Ramadhani) minta kalau meninggal, dia maunya dimakamkan di samping makam tantenya,” kata Sunarti kepada wartawan.
Ramadhani sendiri, menurut Sunarti, sudah 3 tahun berada di Samarinda dan kerap ikut meminta solar di atas kapal yang melintas di Sungai Mahakam. “Setahu saya, dia kerjanya itu, beli minyak di kapal, kadang dia dikasih,” demikian Sunarti. (dor)