Berdasarkan keterangan korban bahwa saat itu ia sedang tidur di dalam kamarnya, dan sekira pukul 00.30 WITA, wanita berinisial FI ini terbangun lantaran merasa ada yang memeluk dirinya.
Benar saja, saat terbangun sontak membuatnya terkejut, lantaran wajah pelaku berinisial AK dan korban saling berhadapan, hal itu membuat korban langsung memberontak untuk melepaskan dekapan pelaku.
Akibat terus memberontak, korban pun dibanting berkali-kali di atas tempat tidur, kemudian menarik korban dan membenturkan kepala korban ke pintu kamar, hingga bibir dan badan korban mengalami memar.
Meski telah dianiaya pelaku, korban masih tetap tetap memberontak, hingga akhirnya pelaku pun kabur, karena takut aksinya itu ketahuan. Atas kejadian itu pun, FI langsung memberitahu keluarganya serta kerabatnya yang tinggal tepat di belakang rumahnya.
Dan kerabatnya itu pun langsung mendatangi pelaku di indekosnya, tak jauh dari rumah korban dan membawa ke rumah kerabat korban. Setelah itu, langsung menghubungi ke anggota piket Polsek Palaran.
Tak berselang lama, sekitar pukul 01.30 WITA petugas opsnal Polsek Palaran tiba di rumah kerabat korban, dan langsung mengamankan AK. "Jadi, korban ini mengetahui kalau itu AK, yang tinggal di indekos tidak jauh dari rumah korban, karena saat itu sarung yang digunakan untuk menutup wajah pelaku, ditarik korban," ungkap Kapolresta Samarinda Kombes Pol Ary Fadli melalui Kapolsek Palaran Kompol Zarma Putra saat dikonfirmasi, Jumat (10/11/2023) sore tadi. "Makanya, pelaku ini diamankan lebih dulu oleh kerabatnya, yang tinggal di belakang rumah korban," sambungnya.
Ditanya terkait motif pelaku yang sehari-harinya bekerja di galangan kapal itu, melakukan perbuatannya, karena pelaku ini memiliki rasa suka terhadap korban, dan diam-diam selalu memperhatikan korban. "Bilang dia suka, dan memang mereka berteman karena suka main bulutangkis sama-sama," sebutnya.
Lanjut kata Zarma bahwa, pelaku ini bisa masuk ke kamar korban melalui pintu depan, dengan mengambil kunci di warung milik ayah ibu korban. "Karena pelaku ini sudah lama memperhatikan korban, dia tahu kalau orang tuanya itu tidur di warung dan korban tidur di rumah bersama saudaranya. Saat mau tidur itu, orang tuanya ini mengunci pintunya dari luar dan meletakkan kunci rumah di atas kulkas di warung," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin