Hal ini disampaikan Kepala Instalasi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD AWS, dr Arysia Andhina saat dikonfirmasi, siang tadi. "Jadi, selama menjalani perawatan lima hari itu, almarhum ini sudah menjalani dua kali operasi. Yang dioperasi itu luka-luka bakarnya," tuturnya.
Ia menyebutkan bahwa CW ini meninggal akibat trauma inhalasi yaitu menghirup udara panas, kemudian masuk ke paru-paru. "Kalau paru-paru itu gosong, kan di paru-paru itu ada seperti bulu-bulu halus untuk saluran udara, kalau itu kering (gosong), menyebabkan trauma inhalasi," sebutnya. "Jadi, trauma inhalasi itu penyebab utama kematian, yang sering terjadi pada korban kebakaran di ruang tertutup," tegasnya.
Sebelumnya, nasib nahas menimpa dua karyawan PT Kalimantan Ferro Industry (KFI), yang merupakan TKA asal Tiongkok, keduanya terjebak dalam kobaran api di bagian boiler smelter nikel, yang digunakan sebagai pembakaran batu bara, yang berada di gedung lantai tiga, di Desa Pendingin, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Rabu (11/10/2023) lalu.
Dari video yang beredar di group-group Whatshap, tampak jelas terdengar suara teriakan korban, dari dalam kobaran api. Tak hanya itu saja, terlihat pula salah satu korban berlari ke pinggir gedung, untuk berusaha menyelamatkan diri, tetapi tak bisa, lantaran bangunan di lantai tiga sudah dipenuhi dengan api. Akibat insiden itu, satu TKA tewas ditempat, sementara satu lagi sempat menjalani perawatan selama lima hari di RSUD AWS.
"Korban mengalami luka bakar di seluruh tubuh, dan langsung mendapatkan pertolongan pertama, dengan operasi. Korban mengalami luka seluruh tubuh, dan didiagnosanya 95 persen," kata Kepala Instalasi Hubungan Masyarakat (Humas) dan Promosi Kesehatan Rumah Sakit (PKRS) RSUD AWS, dr Arysia Andhina Kamis (12/10/2023) lalu.
Editor: Maruly Zainuddin