Irwan menyebutkan, pihaknya ikut berkontribusi terhadap penanganan banjir di Samarinda melalui kegiatan penurapan Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV dengan telah menggelontorkan anggaran sebesar Rp94,7 miliar.
Adapun kegiatan penanganan banjir ini diawali pada segmen pengerjaan turap belakang Pasar Segiri, kemudian dilanjut pada segmen Jalan S Parman dan diakhiri pada titik Perumahan Griya Muqti.
Dia mengatakan, hingga saat ini ia juga turut memberikan komitmen terhadap penanganan banjir di Samarinda melalui segala upaya yang mampu dilakukan, salah satunya membantu untuk melancarkan alokasi anggaran pembangunan turap di sepanjangan SKM. "Ini bentuk kontribusi APBN (Anggaran Pendapatan dan Belanja Nasional) terhadap penanganan banjir di Kota Samarinda," ucap Irwan.
Berdasarkan pantauannya, untuk penanganan banjir di Samarinda usai dilakukan normalisasi beberapa titik serta dilengkapi dengan penguatan tebing sungai, ternyata cukup efektif. Beberapa titik normalisasi yang ada terbukti telah meminimalisir banjir yang belakangan ini menjadi momok bagi Kota Samarinda.
"Seperti banjir di Lembus (Mal Lembuswana) dan di Griya Muqti ini sudah lumayan teratasi karena kegiatan normalisasi yang ada," jelasnya.
Ia menjelaskan, untuk penanganan normalisasi SKM merupakan kerja bersama antara Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda yang menangani pembebasan lahan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim yang menangani normalisasi sungai dan BWS yang melakukan kegiatan penurapan.
Editor: Maruly Zainuddin