Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda Suwarso saat dikonfirmasi Korankaltim.com siang tadi menjelaskan hal tersebut.
"Sampai hari ini masih terjadi kebakaran di beberapa titik, tetapi sudah mulai berkurang, hanya tinggal asap putih," ujar Suwarso.
Meski berkurang namun potensi api kembali menyala masih ada lantaran ketebalan sampah sekitar 20-30 meter. "Artinya, pembasahan di lapisan atas belum tentu di lapisan bawahnya," ungkapnya.
Karena itu upaya yang dilakukan oleh petugas gabungan yakni membalikkan sampah dengan menggunakan dua unit ekscavator. "Jadi sambil dibalik dengan alat berat disemprot air. Mudahan pembasahan bisa merembes sampai ke bawah sehingga tidak muncul titik api baru," harapnya.
Untuk luas areal di eks TPA yang terbakar kurang lebih 4 hektare dari luasan keseluruhan 10,5 hektare. "Alhamdulilah titik api yang muncul ini masih jauh dari pemukiman, tetapi dari semak belukar yang kering di sisi barat dan utara masih berpotensi timbul api. Informasi dari operator ekscavator, sudah membuat batas sehingga peluang menyebar ke lahan yang mengarah ke pemukiman bisa dicegah," ucap Suwarso lagi.
BPBD Samarinda bersama dengan tim gabungan baik dari BPBD Kota/Provinsi, DLH, Damkar, relawan, serta instansi lainnya masih terus melakukan pemantauan di lokasi.
"Tim analisis kebencanaan sedang memantau tingkat luasan dan penyebaran asap, termasuk potensi munculnya titik api. Setelah itu, baru diputuskan status yang akan ditetapkan, tetapi sejauh ini belum ada keluham dari warga, makanya hasil dilapangan akan kami sampaikan lagi," tutup Suwarso.
Editor: Aspian Nur