Yang berbeda pada kedatangan kali ini adalah, Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor menyambut langsung 298 jemaah yang berasal dari Kota Samarinda tersebut.
Panitia Pelaksana Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Haji Balikpapan membantu kedatangan ratusan jemaah tersebut.
Isran ikut merasa terharu dengan kedatangan para jemaah itu dan berulangkali menyampaikan rasa terima kasih kepada para jemaah.
"Pelepasan dan penyambutan seperti ini memang tidak ada dalam rukun islam. Sunnah apalagi, tapi ini sebagai wujud terima kasih dari pemerintah kepada seluruh jemaah," ucap Isran dalam penyambutan tersebut.
Isran juga sempat melakukan interaksi dengan para jemaah dan berharap para jemaah bisa menjaga kebersihan hati dan jiwa. "Jangan berdoa supaya hajinya mabrur. Yakin saja kalau haji kita mabrur semua," imbuhnya.
Sementara Ketua PPIH Embarkasi Balikpapan Abdul Khaliq mengatakan jumlah jemaah pada kloter dua asal Samarinda ada sebanyak 299 jemaah hanya saja satu jemaah harus mendapat perawatan di Medan karena mengalami sakit saat perjalanan pulang.
"Jadi jemaah yang kembali 298, satu jemaah masih perawatan di Medan, Sumatera Utara," kata Khaliq kepada Korankaltim.com.
Hingga saat ini dari catatan PPIH Embarkasi Haji Balikpapan diketahui ada 13 jemaah Indonesia meninggal dunia saat melaksanakan ibadah di Mekkah. Rata-rata mereka yang meninggal dunia merupakan jemaah lanjut usia diatas 60 tahun.
Dari Sulawesi Utara empat jemaah kemudian Sulawesi Tengah empat jemaah dan Kalimantan Timur lima jemaah. "Rata-rata memang karena faktor usia, kelelahan hingga menderita sakit," imbuhnya.
Lima jemaah asal Kaltim juga merupakan jemaah yang didominasi kalangan lanjut usia seperti dari Bontang, Paser, Balikpapan, Kutai Timur dan Kutai Kartanegara.
Khaliq berharap tak ada lagi jemaah yang berpulang saat melaksanakan ibadah haji. Ia berharap para jemaah bisa kembali dengan keadaan sehat dan selamat.
Editor: Aspian Nur