Vaksin ini sendiri untuk memenuhi kebutuhan penanganan DBD di sejumlah kabupaten/kota di Kaltim. Kepala Dinkes Kaltim, Jaya Mualimin mengatakan, pihaknya telah menyiapkan anggaran sebesar Rp1,5 miliar dari APBD untuk memesan vaksin tersebut.
"Dinkes Kaltim berusaha agar persentase jumlah penderita DBD di Kaltim terus penurunan, sehingga salah satu upaya mendatangkan vaksin khusus Demam Berdarah," ujar Jaya, Sabtu (17/6/2023).
Jaya menerangkan, di semester awal 2023, jumlah orang meninggal disebabkan karena DBD menurun dibandingkan jumlah kasus di tahun lalu. "Untuk data yang meninggal dunia dari awal tahun sampai Juni 2023, berjumlah 11 orang , berbeda dengan tahun lalu tembus sampai 35 orang sepanjang 2022," tuturnya.
Dia mengungkapkan, perkembangan DBD di Kaltim masih menjadi tugas berat jajarannya yang harus diselesaikan untuk bisa menurunkan angka kejadian lebih dari 50 kasus.
"Seharusnya angka infeksi rata-rata di masyarakat, diharapkan di bawah 10, dan jumlah kematian akibat DBD bisa menjadi zero," pungkasnya.
Editor: Maruly Zainuddin