DKPP Samarinda Rekomendasikan Sapi Kurban yang Miliki SKKH
2 menit baca364 kali dibaca

Penulis: */Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Menjelang perayaan Iduladha, sejumlah pedagang ternak seperti sapi dan kambing mulai marak di Samarinda.
2 menit baca364 kali dibaca

Penulis: */Ainur Rofiah
KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Menjelang perayaan Iduladha, sejumlah pedagang ternak seperti sapi dan kambing mulai marak di Samarinda.
Namun, dengan merebaknya penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menular pada ternak, menimbulkan kekhawatiran di masyarakat untuk mengkonsumsi daging karena akan berpengaruh dengan faktor kesehatan.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Samarinda, Maskuri menyampaikan, pada tahun ini ada sekitar 7 ribu rekomendasi sapi yang akan masuk ke Samarinda.
“Jelas untuk risiko tinggi karena PMK ini masih ada, cuma kebijakan kami ada kesepakatan dengan karantina yang punya wilayah di pelabuhan. Bahwa pihak karantina memberikan rilis ke kami soal sapi dari NTT dan Sulawesi saat sandar," ujar Maskuri, Jumat (9/6/2023).
Artinya, data asal dan tujuan pengiriman sapi yang datang harus diberikan, untuk pendataan. Setelah mendapatkan data tersebut lalu akan dilakukan vaksin terlebih dahulu.
Vaksin yang diberikan merupakan vaksin pertama apabila sapi berasal dari NTT, sedangkan untuk sapi dari Sulawesi kembali dicek apakah sudah mendapatkan vaksin atau belum, jika sudah di vaksin dan waktunya cukup, maka akan dilakukan vaksin kedua.
"Itu antisipasi kami, selanjutnya ada kesepakatan dengan pasar hewan untuk selalu melakukan penyemprotan disinfektan pada truk yang akan digunakan untuk mengirimkan sapi," terangnya.
Dirinya berharap bagi yang ingin melakukan kurban baik itu instansi, sekolah, masjid atau perseorangan untuk menanyakan terkait Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) karena sifatnya wajib.
SKKH ini juga merupakan jaminan dari pihaknya untuk keamanan hewan tidak tertular PMK. Sapi juga diberikan tag di bagian kuping untuk mengecek apakah sapi tersebut sudah terhindar dari PMK dan sudah divaksin.
"Jadi di situ saat kita memberi barcode, sudah terlihat datanya sapi itu datang dari mana terus kesehatannya, umurnya berapa dan juga apakah sudah divaksin atau belum dari tempat asalnya dan saat tiba di Samarinda," urainya.
Ia meminta pada masyarakat bisa membantu agar teliti lagi membeli hewan untuk kurban, karena tentu pihaknya tidak bisa melakukan pemantauan ke seluruh penyebaran ternak.
Editor: Maruly Zainuddin







Copyright © 2007 - 2026 Korankaltim.com | All Rights Reserved.
6 kali dibaca
Pusat gempa berada di laut 111 km tenggara Selayar
01 Okt 2026, 21:20:00 WIB • Kedalaman 10 km
Gempa ini dirasakan untuk diteruskan pada masyarakat
Sumber: BMKG