Material tanah dan kayu memenuhi jalur utama jalan tersebut dan dari pantaun di lokasi akses masuk ke stadion tertutup sehingga tak bisa dilalui membuat pengalihan lalu lintas harus dilakukan dan dijadikan satu jalur.
Sekitar pukul 14.39 WITA, pengenjaan membersihkan material longsor pun dilalukan dengan menggunakan eksavator.
Camat Palaran Jamal Yanto kepada Korankaltim.com di lokasi menjelaskan, penanganan awal akan dilakukan pembersihan material tanah. "Pembersihan dilakukan menggunakan dua eksavator, sementara, ini pengakihannya menjadi satu jalur," jelas Jamal.
Jamal menyebut sudah berkoordinasi dengan BPBD Samarinda dan PUPR Kaltim untuk dikakukan penanganan jangka panjangnya, sehingga tidak terjadi longsor kembali.
"Sudah kami koordinasikan, itu rebcana akan diturap supaya aman, karena disini memang rawan longsor dan sudah beberapa kali terjadi," paparnya.
Pembersihan longsor paling tidak akan selesai pada sore hari. "Mudahan sore ini sudah bisa bersih ya," harapnya.
Sementara Kasi Pemeliharaan Jalan dan Jembatan UPTD Wilayah II Dinas PUPR-Pera Kaltim, Taufiqurridha Ismail mengatakan penanganan awal pihaknya melakukan mobilisasi alat, setelah itu pembersihan dengan pembuangan disposal.
"Kami sudah cek tempat pembuangan materialnya, kondusif saja dan mudahan bisa selesai sore ini," kata Taufiq.
Setelah ini instansinya akan melakukan penanganan permanen dan dikoordinasikan ke Bina Marga. "Kalau tidak bisa longsor lagi," ucapnya.
Potensi rawan longsor di akses masuk stadion tersebut, diakuinya cukup tinggi. "Kalau dilihat dari ketinggian lerengnya dan lapisan tanahnya masih butiran lepas, sehingga kerawanannya tinggi. Sehingga, perlu dilakukan penanganan permanen, supaya tidak ada longsor lanjutan. Yang jelas kan ini bisa dilakukan penurapan, untuk menahan longsor," papar Taufiq.
Kalau dilihat lereng tersebut merupakan tanah lepas, dimana dibawahnya masih batu. "Tanahnya ini mudah lepas, ada batu baranya, itu yang membuat longsor, ditambah curah hujan cukup tinggi dan kondisi alam yang berubah," tutup Taufiq.
Editor: Aspian Nur