Wali Kota Samarinda, Andi Harun menuturkan, perencanaan tersebut disiapkan dalam usulan rapat yang menyangkut tentang Ibu Kota Negara (IKN).
"Samarinda ini sebagai kota penunjang IKN tentu harus mempersiapkan berbagai fasilitas bagi masyarakat, salah satunya adalah penggunaan energi terbarukan," kata Andi Harun, Selasa (14/2/2023).
Ia mengatakan, bahwa nantinya seluruh layanan energi gas rumah tangga masyarakat tidak lagi bertumpu dan bergantung pada gas LPG yang saat ini beredar.
"Kita akan memiliki stasiun pengisian gas, yang bisa dioperasikan layaknya PDAM, tentu ini bentuk cita-cita kita dan harapan kita mudah-mudahan bersinergi dengan perencanaan IKN," katanya.
Andi menyebut, upaya itu sekaligus juga sebagai mengokohkan Kota Samarinda menjadi penyangga IKN Nusantara.
"Ini sekaligus sebagai bentuk respon Pemkot dalam rangka melaksanakan mitigasi dan adaptasi dalam perubahan iklim, karena masih banyak warga kita yg menggunakan minyak tanah atau pembakaran dari batu bara, nah kalau masih menggunakan energi fosil atau oil itu belum beradaptasi perubahan iklim namanya," terangnya.
Menurut Andi Harun, di Kota Samarinda pelayanan energi rumah tangga berbasis gas sudah dimulai, sebagian wilayah ada yang telah menerapkan tetapi baru di kawasan tertentu.
"Untuk sekarang penerapan energi gas baru ada wilayah Makroman, karena disana ada anak perusahaan dari Pertamina, kita ingin kedepan semua sudah memakai sistem gasifikasi," tuturnya.
Wali Kota Samarinda tersebut juga menjelaskan, kedepan pihaknya tentu akan memastikan keamanan dalam penggunaan jaringan pipa yang di pasang disetiap rumah masyarakat Kota Samarinda, sehingga masyarakat tidak perlu cemas dan khawatir.
"Yang pasti akan dikonstruksi pihak yang expert di bidangnya, safety sistemnya akan menjadi perhatian yang sangat serius. Artinya, semua aspek keamanan akan menjadi perhatian," tutup Andi.
Editor: Rusdianto