Catatan terakhir Badan Pusat Statistik (BPS), menyebut sungai merupakan sumber air baku utama yang digunakan untuk pengolahan air bersih di wilayah Kaltim.
Data tahun 2021, sekitar 72,9 persen sumber air baku pengolahan air bersih diambil dari sungai.
Ini menunjukkan bahwa masyarakat Kaltim sedemikian bergantung kepada keberadaan sungai.
"Secara umum, perusahaan penyedia air bersih memanfaatkan air permukaan sebagai bahan bakunya. Pada tahun 2021, sumber air yang paling banyak digunakan adalah air sungai, yaitu sebesar 72,97 persen dari total sumber air yang digunakan. Kondisi ini juga tergambarkan
dengan topografi Kalimantan Timur yang memiliki aliran sungai membentang hampir di seluruh wilayah, khususnya Sungai Mahakam," tulis BPS, dalam rilis resminya.
Masih mengutip data yang sama. Volume air baku yang digunakan mengalami peningkatan sebesar 20,42 persen dibandingkan dengan tahun 2020. Peningkatan volume air baku didominasi oleh peningkatan penggunaan air waduk dan sungai, yaitu sebesar 31,44 persen dan 25,11 persen. Sedangkan sumber air lainnya seperti air tanah, mata air, danau dan embung mengalami penurunan sebesar 13,72 persen.
Editor: Rusdianto