Dilansir dari Elbalad, Salat Khusuf dilakukan dengan dua rakaat. Dalam setiap rakaat ada dua gerakan berdiri, dua bacaan Al Fatihah, dua bacaan surat Alquran, dua rukuk dan dua sujud.
Secara detail, pelaksanaan sholat gerhana bulan dilakukan dengan cara berikut:
- Niat
- Takbiratul ihram dan doa Iftitah
- Membaca Al-Fatihah, lalu membaca surat yang dianjurkan panjang seperti bagian surat Al Baqarah
- Ruku'
- Bangkit dari rukuknya, tapi kemudian membaca Al Fatihah dan surat Alquran lain seperti bagian surat Ali Imran
- Ruku'
- Bangkit dari ruku dan membaca bacaan i'tidal
- Sujud, duduk di antara dua sujud dan sujud kembali
- Bangkit dari sujud, kemudian melakukan gerakan serupa seperti pada rakaat pertama lalu tasyahud dan salam
Lalu surah apa yang dibaca saat gerhana bulan? Dianjurkan untuk membaca surat Alquran setelah Al Fatihah dengan surat yang panjang seperti Al Baqarah atau ayat lain.
Bacaan surat dibaca jahr (jelas) atau sirr (lirih) dan terkait ini, ada pendapat yang mejelaskan bahwa seorang harus melafalkan dengan keras atau jahr selama gerhana bulan, karena itu seperti salat malam. Sementara untuk salat gerhana matahari tidak dibacakan dengan keras, seperti salat siang lain. Namun pendapat lain menyebut bacaan surah di dua gerhana berlaku sama, yakni dibaca jahr.
Gerhana bulan total petang hingga malam nanti berdurasi selama 1 jam, 24 menit, 58 detik dan durasi umbral (sebagian + total) selama 3 jam, 39 menit, 50 detik.
Diketahui tahun 2022 ini sudah terjadi sebanyak 4 kali gerhana, dengan cakupan 2 kali gerhana Matahari dan 2 kali gerhana Bulan. Gerhana Matahari sebagian terjadi pada 30 April 2022 dan tidak dapat diamati dari Indonesia.
Kemudian di tanggal 25 Oktober, terjadi gerhana Matahari sebagian lainnya yang juga tidak dapat disaksikan dari Indonesia. Sementara itu di tanggal 16 Mei, terjadi gerhana Bulan total, tetapi masyarakat Indonesia tidak dapat mengamatinya dan yang terakhir petang nanti adalah gerhana Bulan dimana masyarakat Indonesia dapat melihatnya secara langsung dari wilayah masing-masing.
Kepala Stasiun Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Balikpapan, Rasmid menyebut seluruh wilayah Benua Etam bisa melihat gerhana bulan. “Untuk mulai gerhana pada pukul 16.00 WITA atau jam empat sore, puncak gerhana sekitar pukul 18.59 WITA atau jam tujuh malam kurang satu menit dan gerhana berakhir pada 21.57 WITA, jam hamper jam sembilan malam,” kata Rasmid.
Operasional Geofisika BMKG Balikpapan, Nur Baiti Febryana S berkata, secara teori, gerhana bulan adalah peristiwa terhalanginya cahaya matahari oleh bumi sehingga tidak semuanya sampai ke bulan.
Peristiwa yang merupakan akibat dinamisnya pergerakan posisi matahari, bumi dan bulan ini hanya terjadi pada saat fase purnama dan dapat diprediksi sebelumnya. “Gerhana bulan total terjadi saat posisi bulan-matahari-bumi sejajar. Hal ini membuat bulan masuk ke umbra bumi. Akibatnya, saat puncak gerhana terjadi, bulan akan terlihat berwarna merah,” kata Baiti. (*/kk)