Koordinator Lapangan (Korlap) Aksi Abdul Majid menjelakan, sudah semestinya berdasarkan KP 667 tahun 2022 potongan dari aplikasi itu maksimal 15 persen. Sebab untuk saat ini potongannya mencapai 25-30 persen.
"Tentu itu sangat memberatkan sekali. Harusnya maksimal 15 persen. Dari pemerintah sudah jelaskan ke pihak Gojek tapi itu tetap enggak di berlakukan. Makanya kami datang kesini untuk memberikan ketegasan ke pihak Gojek," tegas Majid.
Menurutnya, layanan dalam Gojek sejatinya sangat banyak tak hanya Go Ride saja, tetapi terdapat layanan lainnya seprti Go Food, Go Car, Go Send, dan lainnya. Sehingga apabila diberikan potongan yang sangat besar maka akan sangat merugikan pihak pekerja.
"Gojek kan ga ada investaai, motor bensin hp itu punya kami. Di mana kebijakan gojek buat kami, gojek ga memberi apa apa," papar Majid.
Selain menyoal potongan pihaknya juga mengeluhkan menyangkut Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang tak kunjung diterima. "Sudah naik BBM tapi bantuan ga datang-datang," jelasnya.
Sebagai informasi, anggota Budgos mencapai 8 ribu orang dan yang rutin di setiap harinya berkisar 3-4 ribu orang.
Sekjen Budgos Samarinda Ivan Jaya Pratama menjelaskan terdapat empat tuntutan yang di bawa pihaknya diantaranya meminta pemerintah pusat/daerah menetapkan aturan terkait tarif dasar jasa pengantaran barang dan makanan bagi pengemudi ojek online.
"Agar terciptanya aturan dan tarif yang jelas bagi pengemudi ojek online untuk mendapatkan penghasilan yang layak akibat dampak dari kenaikan BBM," urai Ivan.
Mereka juga meminta adanya payung hukum yang jelas bagi Ojol di seluruh indonesia berupa Undang-undang maupun peraturan lainnya, sehingga ada jaminan dari pemerintah terkait upaya mewujudkan kesejahteraan seluruh pengemudi Ojol.
Mereka meminta pemerintah memberi sanksi tegas kepada aplikator yang belum menjalankan dan menerapkan peraturan terkait biaya sewa penggunaan aplikasi paling tinggi 15 persen sesuai amanat KP 667 tahun 2022.
"Kami juga meminta pemda segera berikan BLT BBM kepada seluruh pengemudi ojol yang terkena dampak kenaikan BBM bersubsidi secara adil dan transparan," pungkas Ivan.
Penulis : Faishal Ays
Editor: Aspian Nur