Saat itu Belong sedang tertidur di ruang tamu dan dari pantauan Korankaltim.com pagi tadi, rumah yang ditempatinya bermaterial kayu tepat berada di samping sebuah tebing, sehingga akibat hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan tanah bergeser, longsor dan menerjang rumah Belong.
"Kejadian persisnya saya kurang tahu jam berapa, karena tidak dengar suara-suara juga. Kami juga sedang tidur dan hujan deras," ungkap Imelda, tetangga almarhum.
Menurut Imelda, rumah yang ditempat Belong milik orang Palembang, Sumatera Selatan, tapi sudah kembali ke Palembang. “Ada keluarganya yang tinggal di rumah itu, biasa dipanggil Belong, sehari-harinya bekerja sebagai tukang sol sepatu di Jalan Gelatik,"ujar Imelda lagi.
Disebukan Imelda, sebenarnya dirinya bersama keluarganya tidak tahu kalau Belong tertimbun longsoran. Saat bangun tidur langsung melihat jendela dan belum menyadari jika terjadi tanah longsor.
"Saya bangun, terus suami saya langsung lihat ke jendela belum curiga apa-apa, saat buka pintu samping baru lihat ada longsor dan tidak tahu kalau Belong ada di dalam rumah itu," jelasnya wanita 41 tahun ini.
“Suami saya tidak percaya kalau Belong tertimbun longsor, katanya dia tidak pulang, tapi saya bilang Belong pulang, kami cek ternyata ada motornya sudah tertimbun di bagian teras. Sekitar jam sepuluh pagi tadi dia baru bisa dievakuasi," paparnya.
Proses evakuasi Belong berjalan cukup sulit, karena tanah longsoran disemprot air terlebih dahulu menggunakan selang portabel.
"Disempeot air dulu, dibersihkan material tanahnya, baru dicangkul, sekitar satu meter lebih dalamnya baru ditemukan, kondisi sudah meninggal dunia," tutup Imelda.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur