"Untuk pengamanan aksi ada 700 personel gabungan dari TNI/Polri," tuturnya.
Untuk skema pengamanan sendiri kata Ary, sama seperti sebelumnya, sesuai yang telah dilaksanakan selama ini.
"Pelayanan persuasif, kami mengawal adik-adik kita menyampaikan aspirasinya, ya semua diamankan sehingga mereka juga menyampaikan aspirasi bisa terayomi dan terlindungi," terangnya.
Ia berharap nantinya, massa aksi bisa menyampaikan aspirasi mereka dengan santun dan tertib. Sehingga, semua berjalan dengan kondusif.
"Saya rasa mahasiswa itu merupakan orang-orang yang memiliki intelektual, yang kalau dikategorikan sudah paling atas untuk bisa menyampaikan aspirasinya, dengan santun saling menghormati menjaga ketertiban prinsipnya," tuturnya.
"Karena kan tempat penyampaian aspirasi juga di kantor gubernur, ada jalan raya yang merupakan fasilitas publik, notabenenya pasti dilalui masyarakat yang mungkin hari ini beraktifitas," sambungnya.
Sehingga, untuk mengantisipasi kemacetan terjadi, pihakmya pun telah mengatur skema untuk pengalihan arus lalu lintas, yang akan dijaga oleh petugas.
"Ya, ada sedikit pengalihan arus, itu sudah kami informasikan dan membuat pengumuman melalui video kepada warga untuk mengantisipasi hal tersebut, di media sosial (medsos)," pungkasnya.
Dari panatauan di lokasi armada sudah bersiap di lokasi dan tepat di pintu gerbang masuk Kantor Gubernur telah dipasang kawat berduri. Demo yang dijadwalkan pada pukul 09.00 WITA hingga pukul 13.30 WITA belum terlihat massa aksi berkumpul dan arus lalu lintas masih terlihat ramai lancar.
Penulis:Nancy
Editor : Maruly Zainuddin