Jasad Nurwahid ditemukan mengambang oleh Tim SAR Gabungan saat melakukan penyisiran dan sebagian tim lain berjaga atau stand by.
Namun saat stand by anggota tim melihat jasad Nurwahid mengambang dekat kapal dan hanyut perlahan yang membuat tim bergegas melakukan evakuasi. Saat itu posisi Nurwahid tertelungkup dan masih mengenakan pakaian lengkap.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Balikpapan, Melkianus Kotta melalui Koordinator Basarnas Samarinda Dwi Adi Wibowo saat dikonfirmasi Korankaltim.com siang tadi menjelaskan terkait penemuan jasad Nurwahid tersebut.
"Ada anggota tim SAR Gabungan berteriak saat melihat dan ternyata ciri-cirinya sama mengenakan pakaian kaos putih keabu-abuan dan celana hitam. Jarak ditemukan sekitar 60 meter dari lokasi tenggelam," jelas Melki.
Jasad Nurwahid langsung dibawa ke rumah duka dengan menggunakan ambulans milik relawan di Jalan Bung Tomo Gang 4, Kelurahan Sungai Keladang, Kecamatan Samarinda Seberang.
"Permintaan dari keluarganya sebelum ditemukan minta dibawa ke rumah duka. Kalau kami kan setelah evakuasi ya kami menyerahkan ke pihak keluarga langsung maunya mereka seperti apa," ujar Melki lagi.
Diketahui hariJumat sore lalu jelang salat Maghrib, Nurwahid bersama dua temannya sedang bermain sepeda di dekat lokasi kejadian. Saat melihat air Sungai Mahakam surut, Nurwahid berniat berenang dan langsung menceburkan diri ke sungai di belakang galangan kapal bersama dua temannya tersebut.
Hanya saja menurut keterangan Riski, teman almarhum, Nurwahid berenang terlalu ketengah sehingga terseret ombak. “Dia sempat minta tolong tapi setelah itu hilang,” kata Riski.
Setelahnya Riski melapor kepada beberapa pekerja di galangan kapal dan kepada Eko Pamuji, bapak Nurwahid yang saat tiba di lokasi hanya bisa terdiam memandang Sungai Mahakam dengan raut wajah sedih.
Kini harapan Eko bertemu anaknya dalam kondisi hidup pupus sudah setelah Nurwahid dipastikan meninggal dunia.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur