Sayangnya tak semua kepala daerah bisa hadir. Bahkan dari pantauan Korankaltim.com, hanya ada 5 kepala daerah yang datang dalam agenda tersebut.
Mereka yang hadir adalah Wali Kota Bontang, Basri Rase dan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman serta Bupati Berau, Sri Juniarsih. Sementara 2 lain adalah Wakil Bupati Kutai Kartanegara, Rendi Solihin dan Wakil Bupati Kutai Barat, Edyanto Arkan.
Lima daerah lain seperti Samarinda, Balikpapan, Penajam Paser Utara (PPU), Paser hingga Mahakam Ulu pada Musrenbang ini hanya diwakili Asisten Sekretariat Daerah (Setda) dan Sekretaris Daerah (Sekda).
Ketidakhadiran 5 kepala daerah yang lain pun menarik perhatian Gubernur Kaltim H Isran Noor. Orang nomor satu di Benua Etam itu pun memberikan sindiran halus kepada peserta Musrenbang.
“Dulu (semasa menjadi Bupati Kutai Timur) saya pernah enggak hadir. Pak Awang (Awang Faroek Ishak—Gubernur Kaltim sebelumnya) bilang saya Bang Toyib,” ujar Isran yang langsung disambut gelak tawa peserta, termasuk Awang Faroek yang turut hadir.
“Kabupaten/kota yang biasa dapat banyak, bisa saja berubah. Karena semangat itu menentukan hasil,” imbuhnya mengacu pada kucuran dana yang diberikan Provinsi ke Daerah.
Isran menegaskan kalimat yang barusan dilontarkannya bukan merupakan ancaman tapi bagian dari evaluasi terhadap kabupaten/kota khususnya dalam urusan semangat.
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur