Makmur bersama pimpinan lainnya menyambut massa aksi dan menyatakan bahwa menerima dengan baik serta memberikan dukungan penuh terhadap aspirasi masyarakat.
Dengan suasana bulan suci Ramadan, kata Makmur, tentu ini sangat melelahkan. "Mudahan jerih payah perjuangan kalian diridhoi Allah SWT. Kami mendukung penuh terhadap apa yang menjadi aspirasi massa aksi," terangnya.
Massa aksi meminta kepada Makmur untuk dapat menandatangani MoU persetujuan atas tuntutan massa aksi untuk dapat ditindaklanjuti ke DPR RI. Makmur pun setuju dan melakukannya.
"Kami sepenuhnya mendorong generasi muda. Kami dukung penuh semua tuntutan. Saya tandatangani MoU ini, InsyaAllah saya akan bersama dengan semua aspirasi masyarakat," tuturnya.
Makmur pun secara tegas membacakan isi dari MoU yang telah ditandatangani oleh dirinya bersama perwakilan Aliansi Mahakam.
"Atas nama DPRD Kaltim menolak dan membatalkan kenaikan BBM, menolak dan membatalkan kenaikan PPN, menolak dan membatalkan perpanjangan masa jabatan presiden dan penundaan pemilu 2024,” ucap Makmur membacakan isi MoU tersebut.
Menanggapi hal ini, Humas Aliansi Muhammad Hasbi Mo'a mengaku bersuka ria atas diterimanya tuntutan mereka oleh DPRD Kaltim agar dapat ditindaklanjuti ke DPR RI. Namun kendati demikian, dirinya tak langsung berpuas diri. Melainkan akan tetap melakukan pengawalan dari MoU tersebut.
"Kita beri waktu satu pekan, kita akan lakukan pengawalan terus. Akan ada aksi lanjutan jika tidak tersampaikan ke DPR RI," tutupnya.
Diketahui, Aliansi Mahakam menyuarakan penolakan terhadap kenaikan BBM, kenaikan PPN, dan perpanjangan masa jabatan presiden ataupun penundaan pemilu.
Seribuan orang yang berasal dari berbagai Perguruan Tinggi di Samarinda dan Kutai Kartanegara (Kukar). Serta lembaga eksternal kampus ini memadati Kantor DPRD Kaltim.
Penulis: Faishal Ays
Editor: Supiansyah