Kedatangan dari Menteri ESDM ini bertujuan untuk memastikan jika pasokan BBM di Kaltim aman, khususnya di Samarinda.
Dalam kunjungan terakhirnya di SPBU Tanah Merah tersebut, Menteri ESDM langsung mendatangi para sopir yang tengah melakukan pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus solar.
Ia pun dengan santai berbincang-bincang dengan beberapa sopir truk dan secara spontan sang menteri jugu memberi uang kepada sopir-sopir tersebut.
Salah satunya Eko, sopir bus Damri jurusan Samarinda-Tanjung Selor, Kalimantan Utara (Kaltara).
Saat itu, Eko hendak mengisi BBM dan kebetulan dirinya bertemu dengan Menteri Arifin Tasrif, sehingga memberinya kesempatan untuk berbincang-bincang apa yang menjadi keluhannya.
"Terima kasih kepada Bapak Menteri sudah datang dan diberikan kesempatan untuk menyampaikan keluhan kami," katanya.
Dengan lancar Eko pun menerangkan jika dengan adanya penjatahan hanya 50 liter, dirinya mengaku kesulitan dan harus mampir beberapa kali untuk mengisi kembali.
"Ya repot sekali ya, kan saya kalau sekali jalan perlu 183 liter, sementara ini dijatah 50 liter solar, jelas ini kurang banyak dan mau gak mau sampai di Bontang ngisi lagi, di Kutim ngisi lagi," terang Eko.
Padahal lanjut Eko, jika dirinya memiliki kartu untuk pengisian 200 liter, tetapi tidak berlaku, dikarenakan adanya pembatasan tersebut.
"Harapannya bisa diatur lebih baik lagi, supaya kami tidak kesulitan lagi, haris berkali-kali mengisi BBM," tandasnya.
Selain itu, ia juga berterimakasih kepada Menteri ESDM yang telah memberikannya rezeki, serta menambah kuota BBM jenis solar untuk 30 liter.
"Terimakasih, Pak. Mudahan kami para sopir bisa dimudahkan ke depannya, (solar) tidak ada langka lagi, " tutupnya.
Penulis:Nancy
Editor: Supiansyah