Tak sampai satu jam, minyak goreng kemasan dengan harga Rp28 ribu per 2 liternya ludes terjual.
Beberapa emak-emak haruspulang dengan tangan kosong, lantaran kalah cepat dengan pembeli lainnya.
Jubaidah (45), salah seorang pembeli, mengaku hanya terlambat 10 menit datang ke pusat perbelanjaan.
"Saya dapat info, terus cepat-cepat ke sini, saya tinggal jualan saya, pas sampai sini udah kosong raknya. Nah, kita gak dapat," ucap Jubaidah (45) sambil menunjukan tas belanjanya.
Senada, Aminah (48), yang merupakan rekan dagang Jubaidah menimpali, mereka setiap harinya keliling menuju pusat-pusat perbelanjaan untuk mencari minyak goreng.
Aminah mengaku harga di pasaran terlampau tinggi, bisa mencapai Rp50 ribu per 2 liternya. Meskipun harga di minimarket masih terjangkau tapi selalu kehabisan stok.
"Kita itu tiap hari keliling, di pasar itu ada cuma ya mahal, 2 liter bisa sampe Rp50 ribu, kalau buat dagang rugi kita, mau dimahalin takut lari pelanggan," timpal Aminah.
Berat hati, sekelompok emak-emak pulang tanpa membawa minyak goreng.
Kelangkaan ini menjadi kesulitan bagi masyarakat terkhusus para pedangan.
Aminah bersama rekan-rekannya mempertanyakan solusi yang diberikan pemerintah untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng. "Jadi gimana ini solusinya, masa mau seterusnya begini, kasian kami pedagang," keluhnya.
Penulis: Linda Mulyani
Editor: Supiansyah