Kedua, ASN menjauhkan diri dari perbuatan Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN). "Agar aparatur kita memiliki pondasi karakter yang kuat, jadi ini upaya kita untuk membangun negara yang kuat," sebutnya.
Ketiga, ASN tak segan-segan dalam meningkatkan kapasitas dan kompetensi diri. "Jadi sangat penting peningkatan SDM (Sumber Daya Manusia) di bidang aparatur pemerintahan, agar tak kalah dengan perkembangan zaman saat ini, caranya dengan mengikuti diklat dan lain-lain," jelasnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan Daerah (BKPPD) Samarinda, Ali Fitri Noor membeberkan seleksi 2019 lalu total formasi sebanyak 221, terdapat tiga posisi utama yaitu Tenaga Guru, Tenaga Kesehatan dan Tenaga Teknis.
Tenaga Guru, pelamar umum tersedia sebanyak 153 formasi, cumlaude sebanyak sembilan formasi dan disabilitas sebanyak tiga formasi, kemudian formasi Tenaga Kesehatan tersedia sebanyak 46 formasi untuk pelamar umum dan pada formasi Tenaga Teknis terdiri dari pelamar umum tersedia sebanyak delapan formasi, cumlaude satu formasi dan disabilitas satu formasi.
Jumlah formasi keseluruhan yang tersedia sebanyak 221 posisi, namun setelah tahapan seleksi dilakukan hanya 218 orang yang lulus hingga tahap akhir serta pengumuman. Terdapat tiga posisi yang kosong setelah hasil seleksi itu.
Ali menyebutkan posisi kosong yaitu Perawat Anestesi sebanyak dua formasi dan Guru Agama Katolik sebanyak satu formasi. "Tapi dari 218 orang itu ternyata ada satu orang yang mengundurkan diri, sehingga 217 orang yang saat ini kami angkat," tandasnya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan