Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (Kabid PJPA PUPR) Samarinda Abdul Samad menjelaskan, ada 11 rencana kegiatan pengendalian banjir dengan dua focus utama yaitu kegiatan pengendalian banjir di daerah Pampang dan daerah Bengkuring.
Sejauh ini dari dua rencana kegiatan itu ia membeberkan tahapannya sudah sampai pada lelang pembuatan Detail Engineering Desain (DED) yang sudah diunggah pada 14 Oktober lalu, namun hingga saat ini masih belum ada pengumuman pemenang lelang.
"Jadi tahapannya sudah kami jalankan, tinggal tunggu pemenang lelang dulu," kata Samad kepada Korankaltim.com Jumat (22/10/2021) hari ini.
Dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) 2021 ini diakui belum ada kegiatan fisik dari rencana pengendalian tersebut, sebab pihaknya harus fokus kepada tahapan pra kegiatan fisik. "Kegiatan fisik tahun 2022 mendatang," sebutnya.
Rencana pengendalian dengan penganggaran menggunakan skema tahun jamak tentunya diperlukan kesepakatan dari lembaga legislatif tingkat kota, dan nota kesepakatan sudah disetujui dengan pihak DPRD Samarinda.
Dari 11 rencana kegiatan pengendalian banjir untuk Kota Samarinda diantaranya juga terdapat pembangunan pintu air dan rumah pompa di muara Sungai Mahakam atau lebih tepatnya di titik Jembatan 1, mengenai hal itu Samad membeberkan kegiatannya akan ditangani oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV. "Jadi bukan kami yang akan mengerjakan fisiknya, tapi untuk feasibility studi sepertinya kami yang akan buatkan," tuturnya.
Dari dua rencana kegiatan yang akan digarap oleh Pemkot Samarinda, tingkat efektivitas pengendalian banjir pihaknya mengungkapkan setidaknya penanganan dari Pampang tidak membuat air yang ada di kawasan tersebut langsung menyerbu Bendungan Benanga. "Kalau penanganan dari Bengkuring itu kan hilirnya berarti paling tidak bisa menahan air biar tidak meluap ke daratan," tutup Samad.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur