Realokasi Anggaran dari OPD, Pemprov Kaltim Tambah Dana Covid-19 Rp220 Miliar
1 menit baca560 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kaltim berencana menambah anggaran penanganan Covid-19 dan sudah diusulkan di APBD Perubahan 2021 ini.
Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kaltim Sadudin menyebutkan, anggaran penanganan Covid-19 yang semula di angka Rp251 miliar, akan dinaikkan menjadi Rp470-an miliar.
“Jadi naik sekitar Rp220 miliar karena ada beberapa hal yang harus didanai dari anggaran tersebut,” sebut Sadudin.
Penambahan anggaran penanganan Covid-19 di Kaltim akan dipenuhi dengan realokasi anggaran dari masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang ada di Pemprov Kaltim.
Penyesuaian anggaran tersebut, perlu dilakukan lantaran Pemprov Kaltim memutuskan untuk menambah sejumlah kebijakan yang membutuhkan anggaran tambahan, diantaranya santunan bagi ahli waris pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19.
Selain itu santunan bagi anak-anak dibawah umur yang ayah dan ibunya wafat akibat Covid-19 pun rencananya akan turut dibiayai dengan anggaran tersebut.
“Makanya anggaran Covid-19 ini ditambah karena dampak sosial dari Covid-19 ini membutuhkan penambahan anggaran,” paparnya.
Anggaran Rp251 miliar yang sudah disiapkan dalam Belanja Tak Terduga (BTT) sudah terserap sebesar 80 persen. Artinya anggaran yang tersedia untuk menangani Covid-19 di Bumi Etam hanya tersisa sekitar Rp50-an miliar saja.
Penambahan anggaran yang diusulkan dalam APBD Perubahan itu rencananya akan dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19 sampai Desember 2021 mendatang.
Bukan cuma bantuan sosial, Sadudin membeberkan sektor kesehatan menjadi yang paling prioritas untuk dibiayai melalui anggaran tersebut, seperti misalnya kucuran dana untuk rumah sakit di daerah-daerah yang masuk dalam kewenangan atau tanggung jawab Pemprov Kaltim.
“Penanganan kesehatan di RSUD AW Sjahranie, RSKD Dr Kanujoso di Balikpapan, pusat karantina di BPSDM (Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia),” lanjut Sadudin.
Rencana pembukaan fasilitas isolasi terpusat (isoter) di dua tempat di Kaltim pun termasuk menjadi fasilitas kesehatan yang akan dibiayai Pemprov Kaltim untuk operasionalnya ke depan.
Penulis: */Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur










