Rumah mereka sudah terendam sejak hujan deras terjadi awal pekan di akhir Agustus tadi dan semakin memuncak pada Jumat (1/9/2021) awal bulan ini. Dengan cepat air hanya dalam hitungan jam air memasuki permukiman warga. Namun karena sudah terbiasa dengan kondisi yang ada, sebagian warga pun melakukan antisipasi.
“Begitu kami dengar banjir di Samarinda Utara dan merendam Desa Pampang di Lempake, kami sudah mengira air akan datang ke sini, makanya kami langsung mengantisipasi dengan menaikkan barang,” kata Ahmad Yani, warga Terong Pipit di Perumahan Bengkuring yang rumahnya selalu terendam setiap tahun karena banjir.
Warga menurut Yani hanya bisa pasrah dan berusaha “mengakrabkan” diri dengan kondisi yang ada. “Mau bagaimana lagi, setiap tahun selalu seperti ini, kami hanya bisa pasrah tapi melakukan antisipasi. Kalau rumah tingkat dua mungkin tidak masalah masih bisa naik ke loteng, kalau tidak ya mau tidak mau harus memasang balok kayu di dalam rumah supaya barang tidak terendam,” ujarnya.
Fitriyah, ibu rumah tangga yang rumahnya di Bengkuring Raya berlantai dua juga melakukan hal yang sama seperti Ahmad Yani. Dirinya bersama keluarga sudah melakukan antisipasi dengan mengangkat barang ke loteng. “Sejak hari Jumat kami sudah memantau kondisi, airnya tambah tinggi, jadi kami langsung naikkan barang ke loteng,” ujar Fitriyah.
Ibu dari tiga anak ini mengaku hanya bisa pasrah dengan kondisi yang ada. “Kami masih beruntung bisa menaikkan barang ke lantai dua, kasian warga yang rumahnya terendam karena tidak punya loteng. Yng pasti warga sekitar sini sudah berusaha mengantisipasi barang mereka agar tidak rusak karena banjir dengan berbagai cara,” paparnya.
Data yang dihimpun Korankaltim.com hingga Sabtu (4/9/2021) petang kemarin, banjir melanda hampir semua kawasan di Bengkuring. Ada sekitar 500 kepala keluarga (KK) dengan lebih dua ribu jiwa terdampak banjir yang ketinggian airnya mencapai satu meter karena peningkatan air terjadi setiap jam.
Tak hanya di kawasan Bengkuring, di Perumahan Griya Mukti Jalan PM Noor dan Jalan Pemuda air juga mulai masuk ke rumah warga. Hal ini membuat mereka yang terdampak sangat memerlukan bantuan pemerintah.
Tim Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim dan Samarinda sudah turun ke lokasi untuk membantu distribusi kebutuhan mendesak warga diantaranya air bersih, air mineral, makanan siap saji, peralatan kebersihan sanitasi, perlengkapan bayi, obat-obatan dan masker serta bantuan lainnya.
Data Warga Terdampak Banjir
Di Kecamatan Samarinda Utara.
Sabtu 4 September 2021 pukul 17.00 WITA
Sempaja Timur
Lokasi Terdampak Meliputi 9 RT :
1. Jalan Kastela RT 35: 133KK, 612 Jiwa.
2. Jalan Asparagus, RT. 36 : 98KK, 390 Jiwa
3. Jalan Terong, RT. 37 : 94KK, 316 Jiwa
4. Jalan Terong Pipit RT. 38 : 38KK, 158 Jiwa.
5. Jalan Slada, RT. 39 : 26KK, 103 Jiwa.
6. Jalan Slada 7, RT. 40 : 23KK, 73 Jiwa
7. Jalan Pakis Merah, RT. 46 : 20KK, 75 Jiwa
8. Jalan Pakis Merah, 14 RT. 44 :15KK, 54 Jiwa
9. Jalan PM Noor, Perum Griya Mukti, RT 50 : 50 KK, 200 Jiwa.
Jumlah KK : 497 KK
Jumlah Jiwa : 1.981 Jiwa
B. Kelurahan Gunung Lingai. lokasi Terdampak meliputi 2 RT :
1. Jalan Lempake Tepian, RT 01 : 5 KK, 20 Jiwa.
2. Jalan Gunung Lingai, RT 03 : 5 KK, 18 jiwa
Jumlah KK : 10 KK
Jumlah Jiwa : 38 Jiwa
Total KK : 507 KK
Total Jiwa : 2.019 Jiwa
Sumber: Info Taruna Samarinda
Editor: Aspian Nur