Pelaksana Tugas (Plt) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Hambali menyebutkan genangan yang terjadi saat ini akibat limpasan air dari kawasan Desa Budaya Pampang. "Apalagi kondisinya saat ini di sana banjir sudah surut, jadi air turunnya ke Benanga, dan menggenangi sejumlah daerah," ungkapnya, Sabtu (4/9/2021).
Hingga saat ini pihaknya telah menurunkan beberapa armada berbentuk perahu jika keadaan semakin memburuk dan dinilai perlu untuk melakukan evakuasi warga. "Untuk di Jalan Terong dan Asparagus ini kami sudah turunkan dua perahu, dan ada juga di sejumlah daerah lainnya," tuturnya.
Ia membeberkan khusus di Kota Tepian saat ini ada dua titik yang terendam banjir di antaranya kawasan Muang dan Bengkuring, dengan TMA yang nyaris mencapai titik merah
Ia mengimbau kepada masyarakat untuk selalu waspada ketika sewaktu-waktu banjir semakin meningkat. "Sebab di bendungan saat ini TMA masih tinggi jadi warga tetap waspada terhadap bencana banjir ini, termasuk beberapa daerah yang jadi langganan banjir," ucapnya.
Sejumlah masyarakat yang menjadi korban dari bencana itu mempunyai harapan yang sama kepada Pemkot Samarinda agar dapat menuntaskan persoalan banjir yang selama ini tak kunjung rampung.
Salah satunya Rahmat (83) yang ditemui saat terlihat duduk santai di depan rumah sambil memantau air yang semakin pasang. "Kami sih selalu berharap suapaya pemerintah bisa menyelesaikan kasus banjir ini, apalagi tempat kami ini selalu menjadi langganan, bahkan dalam satu tahun itu banjir seperti ini bisa terjadi dua kali," bebernya.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan