"Banyak yang menderita gara-gara si kuruna, sontoloyo," kata Isran Noor saat sambutan kegiatan penyerahan bantuan bagi anak yatim/piatu di Aula Kantor Pemkot Balikpapan, Jumat (27/8/2021).
Ia mengatakan, karena Covid-19 ini semua aktivitas terganggu, mulai sistem pemerintahan hingga program pemerintah yang tak hanya di Kalimantan Timur saja akan tetapi di seluruh dunia.
"Terganggu, bayangkan kita ini sudah merasa hebat, Gubernur itu kayak iya iyanya aja, bepadah pintar, bedusta pintar jua, rajanya asmuni (asal muncul nipu), kayak iya iyanya, kita dengan Corona aja gak bisa mampu, negara mana di dunia yang begitu hebat dengan super power bisa mengatasi Corona, tidak ada sampai sekarang," ucap Isran dengan logat Banjarnya.
Isran mengatakan, semua kejadian ini adalah bagian dari kuasa Allah, dengan menunjukkan kebesaran-Nya yang di uji dengan makhluk yang tak kasat mata. Maka dari itu ia berpesan agar tidak menjadi orang yang sombong.
"Itu Allah menunjukkan kebesaran-Nya, menunjukkan kehebatan Nya, kau jangan sombong, mentang-mentang jadi Gubernur kau sombong, jangan kita merasa hebat sendiri karena ilmu," jelas Isran.
Isran menjelaskan adanya Corona ini menyadarkan bahwa ilmu yang dimiliki oleh manusia hanyalah sebagian kecil saja. Ia mengatakan makhluk tak kasat mata itu juga bisa melampaui teknologi kedokteran di seluruh dunia.
"Kita baru sibuk-sibuk mengatasi varian A, B dia sudah ke D , artinya apa dia lebih maju dari segi logika. coba bayangkan tadi kita, ilmu Allah, kemampuan Allah kehebatan Allah, tidak bisa tertandingi apalagi dengan ilmu. Kehebatan apapun yang dimiliki pengetahuan manusia yang ada di dalam batok kepala ini, yang sekian miliar sel terbentuk karena ilmu, tak bisa menembus ilmunya Allah," paparnya
Kemudian, Isran berpesan kepada masyarakat untuk menaati peraturan pemerintah dan protokol kesehatan. Karena hal itu adalah salah satu usaha dalam menghadapi situasi saat ini.
"Jadi kondisi seperti ini muncul kebersamaan, muncul keeratan persaudaraan, baik itu persaudaraan sesama satu iman, ukhuwah islamiah, juga ukhuwah watoniyah sekaligus ukhuwah basoriah. Oleh sebab itu kita juga diberikan kesempatan untuk berusaha, salah satunya protokol kesehatan cukupi, ikhtiar kita," tandasnya.
Penulis : Muhammad Rizieq
Editor : Bambang Irawan