Ketua Yayasan Melati Samarinda, Murjani pun angkat bicara terkait hal itu. Menurutnya penutupan pagar lengkap dengan rantai dan digembok dilakukan karena adanya informasi akan ada demontsrasi yang hendak dilakukan di lingkungan Kampus Melati.
“Infonya demo di Kantor Gubernur, terus akan bergeser kesini (Kampus Melati) makanya kami antispasi,” sebut Murjani, Selasa (29/6/2021) hari ini.
Menurut Murjani ada beberapa siswa yang datang ke Kampus Melati namun Murjani mengaku bingung terkait kepentingan siswa yang ikut datang ke lingkungan sekolah padahal saat ini masih termasuk musim libur dan pembelajaran pun selaa ini dilakukan melalui daring. “Kan enggak boleh ke sekolah. Tapi malah datang berduyun-duyun sampai 20 orang,” ujarnya.
Harusnya wali murid dan masyarakat yang menuntut haknya atas SMA Negeri 10 Samarinda bisa langsung mengutarakannya ke Pemprov Kaltim terutama permasalahan sistem zonasi yang selama ini melatarbelakangi protes massa ke Kampus Melati Samarinda.
Penulis: Permata S Rahayu
Editor: Aspian Nur