“Kalau ada jemaah haji asal Kaltim yang hendak mengambil dana haji mereka, saya pribadi mempersilakan. Tidak bisa melarang,” kata Hadi Mulyadi.
Hadi menegaskan bahwa wewenang keberangkatan haji bukan merupakan keputusannya. Sehingga ia meminta masyarakat untuk bersabar menghadapi kebijakan yang telah diambil pemerintah pusat. Bagi jemaah yang mungki sudah berusia tua, dan mempetimbangkan untuk mengambil dana mereka, Hadi mempersilakannya.
“Tapi kalau usianya muda, sekiranya masih bisa menunggu, saran saya sih ditunggu. Siapa tahu ke depannya kuota dari Arab Saudi untuk Indonesia diperbanyak,” lanjutnya.
Diketahui ada 2.586 jemaah haji asal Kaltim yang semestinya berangkat pada musim haji tahun ini. Ribuan jemaah haji tersebut termasuk dalam kloter keberangkatan tahun 2020 lalu. Namun karena tertunda maka mereka dijadwalkan akan berangkat tahun ini, yang pada akhirnya ditunda lagi.
“Intinya masyarakat sabar dulu. Saya imbau masyarakat untuk tetap tenang, dana haji tetap ada, sudah dijamin pemerintah pusat,” tegasnya.
Polemik keberangkatan haji bagi jemaah asal Indonesia sudah lama bergaung. Mulai dari syarat vaksinasi yang ditetapkan pemerintah setempat, yang tidak memasukkan vaksin Sinovac ke dalam jenis vaksin yang diperbolehkan. Padahal selama ini, calon jemaah asal Indonesia menerima vaksin buatan China itu.
Penulis : */Permata
Editor : Bambang Irawan